Minggu, 28 Desember 2025

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan

by arrayyannews

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan resmi berdiri pada September tahun 2022, sebagai bentuk komitmen dalam membina kaum ibu dan masyarakat untuk lebih mencintai dan memahami Al-Qur’an secara tartil sesuai dengan ilmu tajwid.

Gagasan awal kegiatan ini muncul dari usulan Ibu Waetun kepada Ketua Rating PKS Balapulang Wetan, Wahyudi Supriyanto yang kemudian diteruskan kepada Ketua Bipeka Ibu Adhe Evi Sholikha dan mendapat dukungan penuh dari Ketua DPC PKS Balapulang, Bapak Nawang sasongko.periode 2020_2024

Atas kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, RKI ini kini menjadi salah satu wadah pembinaan rohani dan ukhuwah di lingkungan Balapulang Wetan, serta menjadi penggerak semangat dakwah dan pemberdayaan muslimah di bidang keilmuan Al-Qur’an.

MAKSUD & TUJUANNYA RKI TARTIL AL QUR'AN

"Madrasatul Ula" (المدرسة الأولى) adalah frasa Arab yang berarti "sekolah pertama," dan ungkapan lengkapnya adalah "Al-Ummu Madrasatul Ula" (الأُمُّ مَدْرَسَةُ الأُولَى), yang berarti "Ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya," menegaskan peran krusial ibu sebagai pendidik utama dalam membentuk karakter dan nilai anak sejak dini, seringkali dilengkapi dengan "Wal Abu Mudiruha" (Dan ayah adalah kepala sekolahnya) untuk menekankan tanggung jawab bersama orang tua.

Makna dan Konteks:

Pendidikan Awal: Ibu adalah guru pertama yang menanamkan budi pekerti, nilai, dan kasih sayang, bahkan sejak dalam kandungan.

Pondasi Peradaban: Ibu yang berkualitas akan melahirkan generasi yang baik, yang menjadi fondasi kuat bagi bangsa.

Peran Ayah: Ayah berperan sebagai "kepala sekolah" yang mengarahkan dan memimpin, menjadikan keluarga sebagai tim pendidikan yang solid.

Ungkapan Lengkap:

Arab:

الأم مدرسة إذا أعددتَها أعددتَ شَعْباً طَيِّبَ الأعراق

Terjemahan:
"Ibu adalah sekolah pertama, jika kamu mempersiapkannya, berarti kamu mempersiapkan (lahirnya) sebuah bangsa yang baik budi".

Ungkapan ini berasal dari penyair ternama Hafiz Ibrahim dan sangat populer dalam pendidikan Islam dan keluarga untuk menggarisbawahi pentingnya peran ibu.

arrayyannews

Profil RKI Tazkiyatun Nafis Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan

Profil RKI Tazkiyatun Nafis Tartil Al-Qur’an

Balapulang Wetan
by arrayyannews

KEGIATAN BIPEKA PKS KECAMATAN BALAPULANG

Nama: RKI Tazkiyatun Nafis Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan
Berdiri: September 2022
Bidang: Pembinaan Tartil Al-Qur’an & Dakwah Muslimah

Latar Belakang

RKI Tazkiyatun Nafis Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan lahir dari kepedulian bersama untuk meningkatkan kecintaan kaum ibu terhadap Al-Qur’an, khususnya dalam membaca secara tartil sesuai kaidah tajwid.

Tujuan

  • Meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil.
  • Membina akhlak dan ruhiyah muslimah.
  • Menguatkan peran ibu sebagai pendidik utama dalam keluarga.
  • Menumbuhkan ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.

Landasan

الأُمُّ مَدْرَسَةُ الأُولَى

“Ibu adalah sekolah pertama.”

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan

by arrayyannews

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan berdiri sejak September tahun 2022 sebagai wadah pembinaan kaum ibu dan masyarakat dalam mencintai serta membaca Al-Qur’an secara tartil sesuai ilmu tajwid.

Kegiatan ini bermula dari usulan Ibu Waetun, diteruskan oleh Ketua Rating PKS Balapulang Wetan kepada Ketua Bipeka Ibu Evi, serta mendapat dukungan penuh dari Ketua DPC PKS Balapulang, Bapak Nawang.

Kini, RKI menjadi sarana penguatan ruhiyah, ukhuwah islamiyah, serta penggerak dakwah dan pemberdayaan muslimah di lingkungan Balapulang Wetan.

Landasan kegiatan RKI ini adalah peran ibu sebagai pendidik utama dalam keluarga:

الأُمُّ مَدْرَسَةُ الأُولَى

(Al-Ummu Madrasatul Ula) — Ibu adalah sekolah pertama. Jika seorang ibu dipersiapkan dengan ilmu Al-Qur’an, maka akan lahir generasi yang berakhlak dan beriman.

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan

by arrayyannews

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan resmi berdiri pada September 2022, sebagai bentuk komitmen dalam membina kaum ibu dan masyarakat agar semakin mencintai serta memahami Al-Qur’an dengan bacaan yang tartil, sesuai kaidah ilmu tajwid.

Gagasan awal kegiatan mulia ini berawal dari usulan Ibu Waetun kepada Ketua Rating PKS Balapulang Wetan, yang kemudian diteruskan kepada Ketua Bipeka, Ibu Adhe Evi sholikha, dan mendapat dukungan penuh dari Ketua DPC PKS Balapulang, Bapak Nawang sasongko .

Berkat kolaborasi serta dukungan berbagai pihak, RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan kini tumbuh menjadi salah satu wadah pembinaan rohani dan penguat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. RKI ini juga menjadi penggerak semangat dakwah serta pemberdayaan muslimah, khususnya dalam bidang keilmuan Al-Qur’an.

Maksud & Tujuan RKI Tartil Al-Qur’an

Salah satu landasan utama berdirinya RKI Tartil Al-Qur’an adalah pemahaman tentang peran ibu dalam pendidikan generasi. Dalam Islam dikenal ungkapan:

الأُمُّ مَدْرَسَةُ الأُولَى

(Al-Ummu Madrasatul Ula) yang berarti “Ibu adalah sekolah pertama.” Ungkapan ini sering dilengkapi dengan:

وَالْأَبُ مُدِيرُهَا

yang bermakna “Dan ayah adalah kepala sekolahnya.” Kalimat ini menegaskan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama kedua orang tua, dengan ibu sebagai pendidik awal dan ayah sebagai pemimpin keluarga.

الأم مدرسة إذا أعددتَها أعددتَ شعباً طيبَ الأعراق

“Ibu adalah sekolah pertama. Jika engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan lahirnya suatu bangsa yang baik budi dan keturunannya.”

Ungkapan indah ini berasal dari penyair besar Hafiz Ibrahim dan sangat populer dalam dunia pendidikan Islam. Maknanya menegaskan bahwa kualitas seorang ibu akan sangat menentukan arah pendidikan, karakter, dan masa depan generasi.

Melalui RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan, para ibu dibina agar mampu membaca Al-Qur’an dengan benar, memahami adab tilawah, serta menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam keluarga. Harapannya, rumah-rumah kaum muslimin menjadi madrasah pertama yang hidup dengan nilai-nilai Al-Qur’an.

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan

by arrayyannews

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan resmi berdiri pada tahun 2022, sebagai bentuk komitmen dalam membina kaum ibu dan masyarakat agar semakin mencintai, memahami, dan membaca Al-Qur’an secara tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

Gagasan awal kegiatan ini berawal dari usulan Ibu Waetun kepada Ketua Rating PKS Balapulang Wetan, yang kemudian diteruskan kepada Ketua Bipeka Ibu Evi. Alhamdulillah, usulan tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua DPC PKS Balapulang, Bapak Nawang.

Atas kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan kini berkembang menjadi salah satu wadah pembinaan rohani dan penguat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar kegiatan belajar membaca Al-Qur’an, RKI ini menjadi penggerak semangat dakwah serta pemberdayaan muslimah dalam bidang keilmuan Al-Qur’an.

Maksud & Tujuan RKI Tartil Al-Qur’an

RKI Tartil Al-Qur’an berpijak pada prinsip “Madrasatul Ula” (المدرسة الأولى), yang bermakna sekolah pertama. Ungkapan yang sangat dikenal dalam pendidikan Islam ini adalah:

الأُمُّ مَدْرَسَةُ الأُولَى

Artinya, “Ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya.” Ungkapan ini sering dilengkapi dengan makna tanggung jawab ayah sebagai pengarah dan pemimpin keluarga, sehingga pendidikan anak menjadi tanggung jawab bersama kedua orang tua.

Makna dan Konteks:
  • Pendidikan Awal: Ibu adalah guru pertama yang menanamkan akhlak, nilai, dan kasih sayang, bahkan sejak anak masih dalam kandungan.
  • Pondasi Peradaban: Ibu yang berkualitas akan melahirkan generasi yang baik, yang menjadi fondasi kokoh bagi masyarakat dan bangsa.
  • Peran Ayah: Ayah berperan sebagai pemimpin dan pengarah pendidikan dalam keluarga, menjadikan rumah sebagai madrasah utama yang harmonis.

Ungkapan lengkap yang masyhur dari penyair ternama Hafiz Ibrahim berbunyi:

الأم مدرسة إذا أعددتها أعددت شعبًا طيب الأعراق

Terjemahan: “Ibu adalah sekolah pertama. Jika engkau mempersiapkannya dengan baik, maka engkau telah mempersiapkan lahirnya sebuah bangsa yang baik budi dan akarnya.”

Melalui RKI Tartil Al-Qur’an, diharapkan para ibu memiliki bekal keilmuan Al-Qur’an yang kuat, sehingga mampu menanamkan nilai iman, akhlak, dan kecintaan kepada Al-Qur’an dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Jumat, 26 Desember 2025

Riswah: Dosa Besar yang Merusak Agama, Hukum, dan Nurani

Riswah: Dosa Besar yang Merusak Agama, Hukum, dan Nurani

Artikel Dakwah Islami • by arrayyannews

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang tergelincir pada jalan pintas demi kepentingan dunia. Salah satu jalan pintas paling merusak dan paling dimurkai Allah adalah riswah (suap). Ia sering dibungkus dengan istilah “uang rokok”, “uang pelicin”, atau “tanda terima kasih”, padahal hakikatnya adalah membeli keputusan dan mematikan keadilan.

Makna Riswah dalam Islam

Secara bahasa, الرِّشْوَةُ berarti sesuatu yang diberikan untuk membelokkan keputusan. Secara istilah syariat, riswah adalah pemberian harta atau manfaat untuk memenangkan yang batil atau menggugurkan yang hak.

Hakikat riswah bukan pada besar kecilnya nilai, melainkan pada niat merusak keadilan.

Larangan Suap dalam Al-Qur’an

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ

“Dan janganlah kamu memakan harta sebagian yang lain dengan cara yang batil, dan janganlah kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim.”
(QS. Al-Baqarah: 188)

Ayat ini menegaskan bahwa suap adalah kejahatan sadar yang merusak hukum dan mencederai nilai keadilan.

Hadits Nabi tentang Riswah

لَعَنَ اللَّهُ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ وَالرَّائِشَ
“Allah melaknat pemberi suap, penerima suap, dan perantara di antara keduanya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Laknat berarti terputus dari rahmat Allah. Ini menunjukkan bahwa riswah termasuk dosa besar yang tidak ditoleransi oleh syariat.


Hadits tentang Hadiah bagi Pejabat

هَدَايَا الْعُمَّالِ غُلُولٌ
“Hadiah yang diterima oleh pegawai (karena jabatannya) adalah bentuk pengkhianatan.”
(HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)

Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan bahwa hadiah bagi pejabat yang berkaitan dengan jabatannya hukumnya haram, meskipun dinamakan hadiah atau ucapan terima kasih.

“Hadiah yang diberikan karena jabatan hakikatnya adalah suap.”
(Syarah Shahih Muslim – Imam An-Nawawi)

Hadits tentang Harta Haram

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِّيَ بِحَرَامٍ
“Tidak akan masuk surga jasad yang tumbuh dari harta haram.”
(HR. At-Thabrani)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata:

“Setiap harta yang diambil bukan melalui jalan syariat, maka ia adalah haram, dan ibadah yang dibangun di atasnya terancam tidak diterima.”
(Majmu’ Al-Fatawa)

Mengapa Riswah Termasuk Dosa Besar?

  • Merusak keadilan
  • Menghancurkan amanah jabatan
  • Menindas orang lemah
  • Merobohkan sistem hukum
  • Mematikan nurani dan iman

Taubat dari Dosa Riswah

Taubat dari riswah harus nyata: menyesal, berhenti total, mengembalikan harta jika mampu, dan bertekad tidak mengulanginya.

Suap mungkin mempermudah urusan dunia, tetapi ia memperberat hisab akhirat. Kejujuran terasa pahit, namun di situlah keselamatan.

قُلِ الْحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا

© 2025 • Artikel Dakwah Islami • by arrayyannews
Katakanlah Kebenaran Walau Pahit

ARRAYYANNEWS

Dakwah · Opini · Renungan Nurani
Katakanlah Kebenaran Walau Pahit
قُلِ الْحَقَّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا
“Katakanlah kebenaran, walaupun terasa pahit.”

Kalimat ini sering diucapkan, tetapi jarang dihidupkan. Sebab kebenaran tidak selalu sejalan dengan kepentingan, jabatan, relasi, bahkan keselamatan diri. Banyak orang memahami kebenaran, namun memilih diam ketika kebatilan dipertontonkan di depan mata.

Kebenaran dan Harga yang Harus Dibayar

Kebenaran tidak pernah gratis. Ia selalu menuntut harga: kehilangan kenyamanan, dijauhi manusia, atau dicap tidak sejalan. Namun sejarah membuktikan, tidak ada peradaban yang runtuh karena kebenaran, yang runtuh adalah peradaban yang membungkamnya.

Perintah Al-Qur’an: Ucapkan Perkataan yang Benar

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70)

Ayat ini tidak memberi opsi untuk memilih aman atau tidak. Allah memerintahkan berkata benar, bukan berkata yang disukai. Kebenaran tetap benar meski hanya satu orang yang membelanya.

Hadits: Berkata Benar adalah Jihad

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan perkataan yang benar di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi)

Jika berkata benar dianggap jihad, maka diam terhadap kebatilan bukan sekadar kesalahan, melainkan pengkhianatan terhadap amanah iman.

Ancaman Keras bagi yang Diam terhadap Kebatilan

إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ
“Sesungguhnya apabila manusia melihat kezhaliman lalu mereka tidak mencegahnya, hampir-hampir Allah akan menimpakan azab kepada mereka semuanya.” (HR. Abu Dawud)

Hadits ini adalah peringatan keras. Diam bukan sikap aman. Diam justru mengundang murka Allah karena membiarkan kebatilan tumbuh tanpa perlawanan.

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ
“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Jika lisan sudah diam, dan hati pun tidak lagi gelisah, maka iman berada di titik paling rapuh.

Pahit di Dunia, Selamat di Akhirat

مَنْ أَرْضَى اللَّهَ بِسَخَطِ النَّاسِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ
“Barang siapa mencari ridha Allah dengan kemurkaan manusia, maka Allah akan meridhainya dan menjadikan manusia pun ridha kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi)

Kebenaran memang pahit, namun membungkamnya jauh lebih mematikan. Lebih baik terluka karena jujur, daripada binasa karena diam.

Kamis, 25 Desember 2025

Katakanlah Kebenaran Walau Pahit

ARRAYYANNEWS

Dakwah · Opini · Renungan Umat
Katakanlah Kebenaran Walau Pahit
قُلِ الْحَقَّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا
“Katakanlah kebenaran, walaupun terasa pahit.”

Ungkapan ini singkat, namun menghantam nurani. Ia sering dijadikan slogan, dibagikan di berbagai media, dan diulang dalam ceramah. Namun saat kebenaran benar-benar harus diucapkan, tidak sedikit yang memilih diam demi kenyamanan.

Kebenaran Tidak Selalu Manis

Kebenaran terasa pahit karena ia menampar ego, membongkar kesalahan, dan memaksa perubahan. Banyak orang lebih menyukai ketenangan semu daripada kejujuran yang menyelamatkan.

Namun sebagaimana obat, pahitnya kebenaran bukan untuk mencelakakan, melainkan untuk menyembuhkan hati dan peradaban.

Perintah Al-Qur’an untuk Berkata Benar

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70)

Islam tidak mengajarkan berkata aman, tetapi berkata benar. Kebenaran tidak boleh ditawar demi citra, jabatan, atau kelompok.

اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ
“Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 8)

Keberanian Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ menyampaikan kebenaran tanpa tawar-menawar, meski harus menghadapi caci maki dan pengusiran. Prinsip tidak pernah dijual demi keselamatan diri.

“Jihad yang paling utama adalah berkata benar di hadapan penguasa yang zalim.”
(HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

Diam Terhadap Kebatilan

Diam bukanlah sikap netral. Pembiaran terhadap kebatilan akan menjadikannya kebiasaan, lalu dibela, dan akhirnya dianggap kebenaran.

Pahit di Dunia, Manis di Akhirat

“Barang siapa mencari ridha Allah dengan kemurkaan manusia, maka Allah akan meridhainya dan menjadikan manusia pun ridha kepadanya.”
(HR. Tirmidzi)

Ketika kebenaran terasa pahit, itulah saat iman diuji. Berani jujur mungkin menyakitkan hari ini, namun ia menyelamatkan untuk hari esok.

Rabu, 24 Desember 2025

Umat Ikut-Ikutan, Hati Mati Massal: Kritik Keras Kemunafikan Modern

Umat Ikut-Ikutan, Hati Mati Massal

Tagline: Opini Dakwah Super-Keras | Anti-Kemunafikan & Mental Ikut-Ikutan
by arrayyannews


حَيَاةُ الْقَلْبِ عِلْمٌ فَاغْتَنِمْهُ
وَمَوْتُ الْقَلْبِ جَهْلٌ فَاجْتَنِبْهُ

“Hidupnya hati karena ilmu. Matinya hati karena kebodohan.”
— Ta‘lim al-Muta‘allim

Ibadah Ramai, Akal Dimatikan

Inilah zaman paling ironis: umat bangga mengaku beriman, tapi malas belajar. Mulut bicara agama, namun otaknya dimatikan.

Yang penting ikut mayoritas. Yang penting satu suara. Yang penting viral.

Ikut-ikutan bukan iman. Itu tanda hati kosong dan akal diserahkan ke orang lain.

Allah Mengutuk Mental Tanpa Ilmu

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

“Jangan kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya.”
(QS. Al-Isra’: 36)

Namun justru inilah yang dipelihara: berpendapat tanpa ilmu, membela tanpa dalil, membenci tanpa pemahaman.

Kemunafikan Modern: Tampilan Religi, Isi Kosong

Mereka marah jika agamanya dikritik, tapi tak pernah marah pada kebodohan sendiri.

لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا

“Mereka punya hati, tapi tidak digunakan untuk memahami.”
(QS. Al-A‘raf: 179)

Ini bukan kurangnya informasi. Ini penolakan terhadap kebenaran.

Taklid Buta: Akar Kerusakan Berjamaah

Taklid tanpa ilmu melahirkan generasi pemarah, mudah tersulut, tapi kosong dalil.

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِندَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

“Makhluk terburuk di sisi Allah adalah mereka yang tuli dan bisu, yang tidak menggunakan akalnya.”
(QS. Al-Anfal: 22)

Ilmu Bukan Aksesori, Tapi Nyawa Iman

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa berjalan mencari ilmu, Allah mudahkan jalannya ke surga.”
(HR. Muslim no. 2699)

Surga tidak dicapai dengan ikut-ikutan. Neraka penuh dengan orang yang “katanya”.

Penutup: Jangan Mengaku Beriman Jika Tak Mau Belajar

Tulisan ini tidak sedang menghakimi, tapi menguliti.

Jika membaca ini membuatmu tersinggung, mungkin bukan karena bahasanya, tapi karena ia benar.

Iman tanpa ilmu hanyalah tradisi. Tradisi tanpa ilmu akan mati.
© Opini Dakwah Kritis | by arrayyannews
Hati Mati karena Bodoh: Kritik Keras Umat yang Menjauh dari Ilmu

Hati Mati karena Bodoh: Kritik Keras Umat yang Menjauh dari Ilmu

Tagline: Dakwah Kesadaran & Kritik Sosial | by arrayyannews


حَيَاةُ الْقَلْبِ عِلْمٌ فَاغْتَنِمْهُ
وَمَوْتُ الْقَلْبِ جَهْلٌ فَاجْتَنِبْهُ

“Hidupnya hati itu karena ilmu, maka kejarlah ia. Dan matinya hati itu karena kebodohan, maka jauhilah.”
Ta‘lim al-Muta‘allim

Umat yang Ramai Ibadah, Tapi Sepi Ilmu

Hari ini kita hidup di zaman yang aneh. Masjid megah, acara keagamaan meriah, namun kebodohan merajalela. Banyak yang mengaku beriman, tapi alergi pada ilmu. Sedikit membaca, malas belajar, namun paling keras berpendapat.

Ilmu dicurigai, ulama dicela, nasihat dianggap nyinyir. Inilah tanda awal matinya hati secara massal.

Dalil Tegas: Ilmu Pembeda antara Hidup dan Mati

Al-Qur’an:

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ

“Apakah orang yang telah mati (hatinya), lalu Kami hidupkan dan Kami beri ia cahaya…”
(QS. Al-An‘am: 122)

Allah menyebut kebodohan sebagai kematian, meski jasad masih berjalan. Hidup tanpa ilmu bukan hidup, tapi sekadar bernapas.

Kebodohan yang Dipelihara = Dosa yang Dinormalisasi

Hari ini maksiat dibela dengan dalih “hak pribadi”. Dosa dianggap pendapat. Nasihat dianggap serangan.

لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا

“Mereka punya hati, tapi tidak digunakan untuk memahami.”
(QS. Al-A‘raf: 179)

Bukan karena tidak punya hati, tapi karena hatinya menolak kebenaran.

Hadits: Ilmu Jalan Surga, Bukan Pajangan Lisan

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan jalannya ke surga.”
(HR. Muslim no. 2699)

Tapi ironisnya, umat ingin surga tanpa belajar. Ingin pahala tanpa proses. Ingin benar tanpa ilmu.

Ilmu yang Tidak Diamalkan: Bom Waktu Akhirat

أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ اللَّهُ بِعِلْمِهِ

“Orang paling keras siksaannya di hari kiamat adalah orang berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya.”
(HR. Ath-Thabrani)

Ilmu tanpa amal mematikan hati lebih kejam daripada kebodohan murni.

Penutup: Pilih Ilmu atau Pilih Kematian Hati

Tulisan ini bukan untuk menyenangkan. Ini peringatan.

Jika engkau alergi pada ilmu, tersinggung saat dinasihati, dan nyaman dalam kebodohan— maka jangan heran jika hatimu mati perlahan.

Ilmu itu nyawa hati. Tanpanya, iman tinggal nama.

© Dakwah & Opini Kritis | by arrayyannews

Selasa, 23 Desember 2025

Hiduplah Sesukamu, Tapi Ingat Kematian dan Balasan Amal

Hiduplah Sesukamu, Tapi Ingat Kematian, Perpisahan, dan Balasan

by arrayyannews

Islam tidak melarang manusia untuk hidup, mencintai, dan berbuat. Namun Islam mengajarkan agar semua itu dilakukan dengan kesadaran, karena setiap kebebasan akan berakhir pada pertanggungjawaban di hadapan Allah.

عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ
وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ
وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ
“Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya engkau pasti akan mati. Cintailah siapa pun yang engkau kehendaki, karena engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah apa pun yang engkau mau, karena engkau akan dibalas atas perbuatan itu.”

1. Hiduplah Sesukamu, Tapi Engkau Pasti Mati

Dunia sering membuat manusia lalai. Harta, jabatan, dan popularitas seolah menjanjikan kebahagiaan abadi. Padahal kematian adalah kepastian yang tidak mengenal usia, status, atau kekuasaan.

Dakwah ini mengingatkan bahwa hidup bukan soal berapa lama, tetapi soal bagaimana kita mempersiapkan perjumpaan dengan Allah.

2. Cintailah Siapa Pun, Tapi Pasti Ada Perpisahan

Manusia hidup dengan cinta: kepada pasangan, anak, sahabat, dan keluarga. Namun tidak ada satu pun cinta di dunia yang abadi.

Islam mengajarkan cinta yang berimbang. Cinta kepada makhluk tidak boleh melampaui cinta kepada Sang Pencipta. Agar ketika perpisahan datang, iman tidak ikut runtuh.

3. Berbuatlah Sesukamu, Tapi Semua Ada Balasan

Setiap amal akan dicatat. Tidak ada kebaikan yang hilang, dan tidak ada dosa yang luput dari perhitungan.

Allah berfirman bahwa kebaikan dan keburukan sekecil zarrah pun akan diperlihatkan balasannya. Inilah batas sejati dari kebebasan manusia.

Hidup boleh bebas, cinta boleh dalam, tapi balasan akhirat tidak bisa dihindari.

Minggu, 21 Desember 2025

Kartel Kepemimpinan: Ketika Kekuasaan Disandera

Kartel Kepemimpinan

Opini Keras: Kekuasaan yang Dikunci dari Dalam — by arrayyannews

Kartel kepemimpinan adalah bentuk pembusukan paling halus dalam organisasi, politik, dan negara. Ia tidak selalu melanggar aturan tertulis, tetapi secara sadar membunuh keadilan, meritokrasi, dan masa depan regenerasi.

Dalam kartel kepemimpinan, jabatan bukan lagi amanah, melainkan properti. Kekuasaan diputar di lingkaran yang sama, wajah boleh berganti, tetapi orangnya itu-itu saja.

Ciri Paling Telanjang Kartel Kepemimpinan

  • Pemimpin gagal tetap dipertahankan
  • Orang dekat naik, yang kompeten disingkirkan
  • Kritik dicap pembangkangan
  • Regenerasi hanya slogan pidato
Kartel kepemimpinan tidak takut pada hukum — mereka takut pada pemimpin baru yang jujur dan berani.

Kerusakan yang Ditimbulkan

Kartel kepemimpinan melahirkan organisasi yang mandek, negara yang lamban, dan kebijakan tanpa keberanian. Keputusan diambil bukan berdasarkan kebenaran, tetapi demi menjaga kursi tetap aman.

Lebih berbahaya lagi, kartel kepemimpinan mematikan harapan. Orang-orang terbaik memilih diam, pergi, atau ikut rusak demi bertahan.

“Ketika kepemimpinan dikartelkan, kehancuran hanya soal waktu.”

Ini Bukan Sekadar Masalah Etika

Kartel kepemimpinan adalah pengkhianatan terhadap rakyat, anggota, dan generasi masa depan. Ia menciptakan stabilitas palsu yang rapuh saat krisis datang.

Sejarah selalu membuktikan: organisasi yang menutup pintu regenerasi akan runtuh oleh kebusukannya sendiri.

Penutup: Saatnya Dibongkar

Kartel kepemimpinan tidak akan runtuh dengan sopan santun. Ia hanya bisa dihentikan oleh keberanian, transparansi, dan tekanan publik yang konsisten.

“Lebih baik gaduh karena kebenaran daripada tenang dalam kebusukan.”
© arrayyannews — Opini Tajam & Kesadaran Publik

Sabtu, 20 Desember 2025

Ideologi Keadilan – Amanah Langit, Jiwa Indonesia

Ideologi Keadilan

Keadilan: Amanah Langit, Jiwa Indonesia — by arrayyannews

Keadilan merupakan nilai universal yang menjadi titik temu antara ajaran Islam dan nilai-nilai Pancasila. Ia bukan sekadar konsep hukum, melainkan ruh yang menghidupkan peradaban, menjaga kemanusiaan, dan menegakkan martabat bangsa. Dalam pandangan ini, keadilan adalah amanah dari langit sekaligus jiwa Indonesia.

Inti Keadilan: Titik Temu Islam dan Pancasila

Nilai Islam

  • Perintah untuk berlaku adil
  • Ajakan berbuat ihsan
  • Rahmat bagi seluruh manusia

Nilai Pancasila

  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  • Pancasila sebagai landasan moral negara
  • Peneguhan nilai kemanusiaan dan persatuan

Jejak Para Penjaga Keadilan

Sejarah Indonesia mencatat tokoh-tokoh nasional yang menjaga dan memperjuangkan keadilan. Mereka hadir sebagai teladan moral, pejuang kemerdekaan, dan pemimpin yang menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.

Musuh Keadilan

  • Korupsi dan politik elite
  • Kartel dan monopoli ekonomi
  • Hukum yang dapat diperjualbelikan
  • Kebijakan yang merugikan rakyat

Kezaliman semacam ini meruntuhkan bangsa dari dalam dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Oligarki: Penjajahan Baru Tanpa Bendera

  • Mafia sumber daya alam
  • Kartel ekonomi dan politik
  • Investasi yang menekan kedaulatan
  • Intervensi asing dalam kebijakan nasional

Empat Pilar Peradaban Adil

  • Keadilan Sosial: rakyat kecil sebagai pusat kebijakan
  • Keadilan Ekonomi: kekayaan nasional untuk semua
  • Keadilan Politik: kekuasaan bersih, netral, dan jujur
  • Keadilan Hukum: hukum tidak tunduk pada uang dan tekanan

Ideologi dan Jalan Perubahan

Ideologi perjuangan berpijak pada Islam sebagai ideologi prinsip, Pancasila sebagai ideologi bersama, dan keadilan sebagai ideologi kerja. Perubahan ditempuh melalui dakwah kesadaran, perjuangan politik berkeadilan, serta agenda kebangsaan untuk kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.

“Keadilan adalah nafas republik — tanpanya Indonesia kehilangan makna.”
© arrayyannews — Artikel Ideologi Keadilan

Sabtu, 13 Desember 2025

Garuda Keadilan (GK) | Pemuda & Dakwah Ideologis
ARRAYYANNEWS

Garuda Keadilan (GK)

Pemuda • Dakwah • Kepemimpinan • Politik Beradab

Garuda Keadilan (GK) adalah sayap pemuda PKS yang berfungsi sebagai medan pembinaan ideologis untuk melahirkan generasi muda yang beriman, berilmu, dan siap berjuang menegakkan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Visi Pembinaan

  • Membangun aqidah dan karakter pemuda
  • Menyiapkan kader kepemimpinan umat
  • Menjadikan politik sebagai wasilah dakwah

Landasan Al-Qur’an

وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa… kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Hadits Kepemimpinan

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban.

إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

Jika amanah diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggulah kehancuran.

Militansi Dakwah

GK membina pemuda dengan militansi yang berlandaskan ilmu dan adab. Berani menyuarakan kebenaran, tegas menjaga prinsip, dan istiqamah berkhidmat untuk umat tanpa tunduk pada tekanan maupun kepentingan sesaat.

📲 Bagikan ke WhatsApp

Jumat, 12 Desember 2025

Garuda Keadilan - Arrayyannews
ARRAYYANNEWS

Garuda Keadilan (GK)

Garuda Keadilan (GK) adalah sayap pemuda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berfokus pada pembinaan karakter, pendidikan politik, kepemimpinan, serta pemberdayaan pemuda agar menjadi agen perubahan yang berintegritas dan bermanfaat bagi umat dan bangsa.

Fokus Utama Garuda Keadilan

  • Pembinaan Karakter – Menumbuhkan akhlak mulia, kedisiplinan, dan nilai-nilai keislaman.
  • Pendidikan Politik – Membekali pemuda dengan pemahaman politik yang benar dan beradab.
  • Pengembangan Kepemimpinan – Melahirkan kader pemimpin masa depan dengan integritas tinggi.
  • Pemberdayaan Pemuda – Mengadakan pembinaan seperti Mukhoyyam Qur’an, kajian, dan pelatihan kompetensi.

Ayat Al-Qur'an tentang Urgensi Pembinaan Generasi

وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1–3)

Hadits tentang Pemuda dan Kepemimpinan

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ، إِمَامٌ عَادِلٌ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ...

“Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya, (salah satunya adalah) pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits Tambahan tentang Kepemimpinan & Amanah

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

“Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran.”

(HR. Bukhari)

Garis Ideologis & Militansi Dakwah Pemuda

Garuda Keadilan tidak sekadar menjadi ruang aktivitas pemuda, tetapi merupakan medan tarbiyah ideologis untuk menyiapkan generasi yang sadar akan perannya sebagai khalifah fil ardh. Pemuda GK diarahkan untuk memiliki keberpihakan yang jelas kepada kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk sosial dan politik.

Dalam konteks dakwah dan perjuangan, GK menanamkan semangat bahwa politik bukan tujuan, melainkan wasilah (sarana) untuk menegakkan keadilan, menjaga kemaslahatan umat, dan melawan berbagai bentuk kezaliman, kebodohan, serta kerusakan moral.

Militansi dakwah yang dibangun bukanlah emosional tanpa arah, tetapi militansi yang lahir dari ilmu, iman, dan disiplin amal. Pemuda GK dibina agar berani menyuarakan kebenaran, konsisten memegang prinsip, serta siap berkhidmat di tengah masyarakat dengan akhlak dan adab Islami.

Dengan fondasi aqidah yang lurus, manhaj yang jelas, dan visi perjuangan yang terarah, Garuda Keadilan berupaya melahirkan kader pemimpin yang tidak silau kekuasaan, tidak tunduk pada tekanan, dan tetap setia pada amanah umat dan nilai-nilai Islam.

Penutup

Garuda Keadilan merupakan wadah strategis pembinaan pemuda ideologis yang siap mengambil peran dalam dakwah, kepemimpinan, dan perubahan sosial-politik. Dengan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, GK diharapkan menjadi bagian dari lahirnya generasi yang kokoh iman, tajam pemikiran, dan kuat dalam perjuangan menegakkan keadilan serta kebenaran di tengah umat dan bangsa.

Hiduplah Seperti Pohon yang Berbuah | Arrayyannews
Arrayyannews

Hiduplah Seperti Pohon yang Berbuah

Buletin Dakwah • Arrayyannews

“Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah.”
— Abu Bakar As-Sibli رحمه الله

Dalam kehidupan, orang yang paling banyak memberi manfaat justru sering menjadi sasaran gangguan, cacian, bahkan fitnah. Seperti pohon yang tumbuh di pinggir jalan—ia tidak mencari pujian, tetapi kehadirannya selalu memberi.

Buah Kebaikan dan Batu Ujian

Pohon yang berbuah lebat tidak pernah mengeluh ketika dilempari batu. Ia tidak berpindah, tidak membalas dengan amarah, dan tidak berhenti berbuah. Batu itu justru menjadi sebab jatuhnya buah yang bermanfaat.

Demikian pula seorang mukmin. Ketika disakiti, ia bersabar. Ketika dicela, ia tetap berakhlak mulia. Karena ia sadar, tugasnya bukan membalas, tetapi memberi manfaat.

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

“Tolaklah (kejahatan) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang di antaramu dan dia ada permusuhan seakan-akan menjadi teman yang sangat setia.”
(QS. Fuṣṣilat: 34)

Teladan Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ dihina, disakiti, bahkan dilukai. Namun balasan beliau bukanlah dendam, melainkan doa dan rahmat. Inilah puncak keteladanan: tetap berbuah meski dilempari batu.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiyā’: 107)

Penutup

Jika hari ini engkau merasa disakiti karena kebaikanmu, jangan berhenti berbuah. Bisa jadi itulah tanda bahwa keberadaanmu bermakna.

Batu akan hancur oleh waktu, tetapi buah kebaikan akan terus dikenang.

© Arrayyannews — Buletin Dakwah Islam
Garuda Keadilan - Arrayyannews
ARRAYYANNEWS

Garuda Keadilan (GK)

Garuda Keadilan (GK) adalah sayap pemuda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berfokus pada pembinaan karakter, pendidikan politik, kepemimpinan, serta pemberdayaan pemuda agar menjadi agen perubahan yang berintegritas dan bermanfaat bagi umat dan bangsa.

Fokus Utama Garuda Keadilan

  • Pembinaan Karakter – Menumbuhkan akhlak mulia, kedisiplinan, dan nilai-nilai keislaman.
  • Pendidikan Politik – Membekali pemuda dengan pemahaman politik yang benar dan beradab.
  • Pengembangan Kepemimpinan – Melahirkan kader pemimpin masa depan dengan integritas tinggi.
  • Pemberdayaan Pemuda – Mengadakan pembinaan seperti Mukhoyyam Qur’an, kajian, dan pelatihan kompetensi.

Ayat Al-Qur'an tentang Urgensi Pembinaan Generasi

وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1–3)

Hadits tentang Pemuda dan Kepemimpinan

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ، إِمَامٌ عَادِلٌ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ...

“Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya, (salah satunya adalah) pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan

Garuda Keadilan merupakan wadah strategis pembinaan generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang beriman, berakhlak, berilmu, dan siap memikul amanah kepemimpinan. Melalui pendidikan politik yang beradab dan pembinaan berkelanjutan, GK diarahkan untuk melahirkan pemuda yang menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

Selasa, 09 Desember 2025

Arrayyannews — Kritik Harry Browne: Pemerintah yang Membuat Masalah lalu Menawarkan Solusi

Kritik Harry Browne: Pemerintah yang Membuat Masalah lalu Menawarkan Solusi

Dipublikasikan: · Arrayyannews
"The government is good at one thing. It knows how to break your legs, and then hand you a crutch and say, 'See, if it weren’t for the government, you wouldn’t be able to walk.'" — Harry Browne

Penjelasan Panjang

Kutipan ini merupakan kritik tajam terhadap kecenderungan negara atau pemerintahan yang terlalu intervensionis. Analoginya sederhana namun kuat: pemerintah digambarkan sebagai pihak yang menciptakan masalah (mematahkan kaki), lalu menghadirkan solusi berupa bantuan atau kebijakan (memberi kruk) yang pada akhirnya membuat masyarakat tergantung pada pemerintah tersebut.

Fenomena dalam Pemerintahan Modern

Beberapa bentuk praktik yang menggambarkan siklus "mematahkan lalu memberi kruk" antara lain:

  • Regulasi berlebihan yang menutup ruang bagi usaha kecil, kemudian pemerintah menawarkan subsidi atau izin khusus sebagai jalan keluar.
  • Pajak tinggi yang menggerus kemampuan ekonomi rakyat, lalu muncul program bantuan yang dibiayai dari pajak itu sendiri.
  • Kebijakan publik yang salah arah yang menimbulkan krisis, diikuti paket "perbaikan" yang justru memperluas kewenangan birokrasi.

Perspektif Islam

Dalam ajaran Islam, pemimpin diwajibkan untuk menjaga amanah dan menegakkan keadilan. Pemimpin yang sengaja atau lalai menyebabkan penderitaan rakyat lalu memanen legitimasi dari penderitaan itu termasuk perilaku yang tidak dibenarkan (kedzaliman).

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا ۖ وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ

(Q.S. An-Nisāʼ: 58) — "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila menetapkan hukum di antara manusia agar kamu menetapkan dengan adil."

خَيْرُكُمْ أَحْسَنُكُمْ أَخْلَاقًا وَأَحْسَنُكُمْ نَاسًا

(Ringkasan makna hadits) — Nabi ﷺ menegaskan pentingnya akhlak dan kebaikan pemimpin terhadap rakyat; pemimpin yang zalim atau yang memanfaatkan penderitaan rakyat bukanlah panutan yang baik.

Dampak Sosial-Politik

Dampak dari praktik tersebut meliputi:

  1. Ketergantungan sistemik: rakyat kehilangan inisiatif dan kemandirian.
  2. Pengikisan kepercayaan publik: legitimasi pemerintahan menurun ketika terbukti memanfaatkan krisis.
  3. Sentralisasi kekuasaan: solusi yang terus-menerus diberikan memperkuat otoritas birokrasi dan mengurangi mekanisme kontrol.

Pesan Dakwah & Rekomendasi Politik

Untuk umat dan aktivis dakwah/politik, beberapa poin yang bisa diambil:

  • Terus perkuat literasi politik dan ekonomi umat agar tidak mudah tergantung.
  • Amal amar ma'ruf nahi munkar — kritisi kebijakan yang menzalimi dengan cara yang santun dan berbasis dalil.
  • Dukung pemimpin yang menunaikan amanah, menegakkan keadilan, dan memberi ruang bagi kemandirian masyarakat.

Penutup

Kutipan Harry Browne mengingatkan kita agar tidak mudah terbuai oleh solusi yang tampak menolong tetapi pada dasarnya mengikat. Pemerintahan yang sejati adalah pemerintahan yang memfasilitasi kemampuan rakyat untuk berdiri sendiri — bukan yang mematahkan lalu menampilkan dirinya sebagai satu-satunya penolong.

Arrayyannews · Kajian & Dakwah — Untuk kebaikan umat
Sumber referensi: Analisa redaksi Arrayyannews.

Sabtu, 06 Desember 2025

Bulletin Dakwah: Bahaya Sifat Dayyuts - Arrayyannews

Bulletin Dakwah

Arrayyannews — Menyebarkan Ilmu, Menguatkan Iman

🔴 Bahaya Sifat Dayyuts Dalam Islam

Dayyuts adalah laki-laki yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap kehormatan keluarganya, atau tidak peduli ketika mereka melakukan perbuatan keji. Dalam Islam, sifat ini termasuk dosa besar dan menjadi penyebab turunnya murka Allah.

Apa itu Dayyuts?
Dayyuts adalah orang yang tidak peduli terhadap kemaksiatan dan pelanggaran kehormatan yang dilakukan oleh istri, anak, atau keluarganya.

📌 Dayyuts Dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an tidak menyebut kata "dayyuts" secara langsung, namun banyak ayat yang menegaskan kewajiban menjaga kehormatan keluarga dan melarang mendekati zina.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
(QS. At-Tahrim: 6)

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.”

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَى ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
(QS. Al-Isra: 32)

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.”

Seseorang yang membiarkan keluarganya terjatuh dalam perbuatan keji tanpa rasa cemburu berarti telah melanggar perintah Allah untuk menjaga kehormatan.

📌 Hadits Tentang Dayyuts

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ الدَّيُّوثُ
(HR. Ahmad, Nasa'i)

“Tidak akan masuk surga lelaki dayyuts.”

ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِمْ ... وَالدَّيُّوثُ
(HR. An-Nasa'i)

“Tiga orang yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat… salah satunya adalah dayyuts.”

⚠ Mengapa Dayyuts Termasuk Dosa Besar?

  • Tidak menjalankan amanah sebagai pemimpin keluarga.
  • Membiarkan kemaksiatan terjadi dalam rumah tangga.
  • Hilangnya sifat ghirah (cemburu yang terpuji) yang menjaga kehormatan.
  • Membuka pintu kerusakan moral dalam keluarga dan masyarakat.

✅ Bagaimana Menghindari Sifat Dayyuts?

  • Menjaga keluarga dari pergaulan bebas dan hal-hal yang mengundang fitnah.
  • Melarang anggota keluarga dari pakaian yang membuka aurat.
  • Menjadi pemimpin yang tegas dalam kebenaran dan aturan syariat.
  • Menumbuhkan rasa malu dan kehormatan dalam rumah tangga.
Penutup
Dayyuts bukan sekadar sikap lemah, namun termasuk dosa besar yang mengundang murka Allah. Setiap muslim wajib menjaga kehormatan diri dan keluarganya agar terhindar dari fitnah dan kerusakan.

© Arrayyannews

Bulletin Dakwah — Tabarruj | Arrayyannews

Arrayyannews

Pusat Kajian & Dakwah — Ringkas, Tegas, Beradab

Tabarruj: Bahaya Menampakkan Perhiasan di Hadapan Non-mahram

Bulletin Dakwah • Versi Arrayyannews • Siap upload

Apa itu Tabarruj?
Tabarruj adalah menampakkan kecantikan, perhiasan, atau bagian tubuh yang seharusnya ditutup dari pandangan laki-laki non-mahram. Termasuk pula pakaian tipis/ketat, riasan yang memancing perhatian, parfum menyengat, atau tindakan yang sengaja menarik perhatian lawan jenis.

Ayat Al-Qur'an

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah dahulu." (QS. Al-Ahzab: 33)
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
"Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak saja..." (QS. An-Nur: 31)

Hadits Rasulullah ﷺ

"Wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang... mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya." (HR. Muslim)
"Wanita yang memakai parfum lalu melewati suatu kaum agar mereka mencium baunya, maka ia adalah pezina." (HR. Tirmidzi)
"Tidak aku tinggalkan fitnah yang lebih besar bagi laki-laki daripada fitnah wanita." (HR. Bukhari & Muslim)

Mengapa Tabarruj Berbahaya?

  • Merusak hati dan memancing syahwat yang dapat berujung pada perbuatan dosa.
  • Meruntuhkan kehormatan wanita sebagai ciptaan yang mulia.
  • Merusak tatanan sosial dan memicu fitnah serta perceraian sosial.

Karakter Wanita Mukminah

  1. Menjaga pandangan dan kehormatan (QS. An-Nur: 31).
  2. Memakai hijab yang syar'i dan tidak mencolok (QS. Al-Ahzab: 59).
  3. Memiliki rasa malu sebagai mahkota kehormatan (HR. Tirmidzi).

Nasehat Singkat

Tabarruj bukan sekadar gaya, tetapi pintu fitnah. Islam memuliakan wanita dengan ajakan untuk menjaga dirinya. Marilah menjaga pandangan, menutup aurat, dan hidup menurut tuntunan Rasulullah ﷺ.

— Arrayyannews • Pusat Kajian & Dakwah

Hak cipta © Arrayyannews. Diproduksi untuk tujuan dakwah dan kajian.

AR-RAYYAN-MEDIA

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan by arrayyannews RKI ...