Hiduplah Sesukamu, Tapi Ingat Kematian, Perpisahan, dan Balasan
Islam tidak melarang manusia untuk hidup, mencintai, dan berbuat. Namun Islam mengajarkan agar semua itu dilakukan dengan kesadaran, karena setiap kebebasan akan berakhir pada pertanggungjawaban di hadapan Allah.
وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ
وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ
1. Hiduplah Sesukamu, Tapi Engkau Pasti Mati
Dunia sering membuat manusia lalai. Harta, jabatan, dan popularitas seolah menjanjikan kebahagiaan abadi. Padahal kematian adalah kepastian yang tidak mengenal usia, status, atau kekuasaan.
Dakwah ini mengingatkan bahwa hidup bukan soal berapa lama, tetapi soal bagaimana kita mempersiapkan perjumpaan dengan Allah.
2. Cintailah Siapa Pun, Tapi Pasti Ada Perpisahan
Manusia hidup dengan cinta: kepada pasangan, anak, sahabat, dan keluarga. Namun tidak ada satu pun cinta di dunia yang abadi.
Islam mengajarkan cinta yang berimbang. Cinta kepada makhluk tidak boleh melampaui cinta kepada Sang Pencipta. Agar ketika perpisahan datang, iman tidak ikut runtuh.
3. Berbuatlah Sesukamu, Tapi Semua Ada Balasan
Setiap amal akan dicatat. Tidak ada kebaikan yang hilang, dan tidak ada dosa yang luput dari perhitungan.
Allah berfirman bahwa kebaikan dan keburukan sekecil zarrah pun akan diperlihatkan balasannya. Inilah batas sejati dari kebebasan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar