Hati Mati karena Bodoh: Kritik Keras Umat yang Menjauh dari Ilmu
Tagline: Dakwah Kesadaran & Kritik Sosial | by arrayyannews
حَيَاةُ الْقَلْبِ عِلْمٌ فَاغْتَنِمْهُ
وَمَوْتُ الْقَلْبِ جَهْلٌ فَاجْتَنِبْهُ
“Hidupnya hati itu karena ilmu, maka kejarlah ia.
Dan matinya hati itu karena kebodohan, maka jauhilah.”
— Ta‘lim al-Muta‘allim
Umat yang Ramai Ibadah, Tapi Sepi Ilmu
Hari ini kita hidup di zaman yang aneh. Masjid megah, acara keagamaan meriah, namun kebodohan merajalela. Banyak yang mengaku beriman, tapi alergi pada ilmu. Sedikit membaca, malas belajar, namun paling keras berpendapat.
Dalil Tegas: Ilmu Pembeda antara Hidup dan Mati
Al-Qur’an:
أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ
“Apakah orang yang telah mati (hatinya), lalu Kami hidupkan dan Kami beri ia cahaya…”
(QS. Al-An‘am: 122)
Allah menyebut kebodohan sebagai kematian, meski jasad masih berjalan. Hidup tanpa ilmu bukan hidup, tapi sekadar bernapas.
Kebodohan yang Dipelihara = Dosa yang Dinormalisasi
Hari ini maksiat dibela dengan dalih “hak pribadi”. Dosa dianggap pendapat. Nasihat dianggap serangan.
لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا
“Mereka punya hati, tapi tidak digunakan untuk memahami.”
(QS. Al-A‘raf: 179)
Hadits: Ilmu Jalan Surga, Bukan Pajangan Lisan
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan jalannya ke surga.”
(HR. Muslim no. 2699)
Tapi ironisnya, umat ingin surga tanpa belajar. Ingin pahala tanpa proses. Ingin benar tanpa ilmu.
Ilmu yang Tidak Diamalkan: Bom Waktu Akhirat
أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ اللَّهُ بِعِلْمِهِ
“Orang paling keras siksaannya di hari kiamat adalah orang berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya.”
(HR. Ath-Thabrani)
Penutup: Pilih Ilmu atau Pilih Kematian Hati
Tulisan ini bukan untuk menyenangkan. Ini peringatan.
Jika engkau alergi pada ilmu, tersinggung saat dinasihati, dan nyaman dalam kebodohan— maka jangan heran jika hatimu mati perlahan.
Ilmu itu nyawa hati. Tanpanya, iman tinggal nama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar