Rabu, 24 Desember 2025

Hati Mati karena Bodoh: Kritik Keras Umat yang Menjauh dari Ilmu

Hati Mati karena Bodoh: Kritik Keras Umat yang Menjauh dari Ilmu

Tagline: Dakwah Kesadaran & Kritik Sosial | by arrayyannews


حَيَاةُ الْقَلْبِ عِلْمٌ فَاغْتَنِمْهُ
وَمَوْتُ الْقَلْبِ جَهْلٌ فَاجْتَنِبْهُ

“Hidupnya hati itu karena ilmu, maka kejarlah ia. Dan matinya hati itu karena kebodohan, maka jauhilah.”
Ta‘lim al-Muta‘allim

Umat yang Ramai Ibadah, Tapi Sepi Ilmu

Hari ini kita hidup di zaman yang aneh. Masjid megah, acara keagamaan meriah, namun kebodohan merajalela. Banyak yang mengaku beriman, tapi alergi pada ilmu. Sedikit membaca, malas belajar, namun paling keras berpendapat.

Ilmu dicurigai, ulama dicela, nasihat dianggap nyinyir. Inilah tanda awal matinya hati secara massal.

Dalil Tegas: Ilmu Pembeda antara Hidup dan Mati

Al-Qur’an:

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ

“Apakah orang yang telah mati (hatinya), lalu Kami hidupkan dan Kami beri ia cahaya…”
(QS. Al-An‘am: 122)

Allah menyebut kebodohan sebagai kematian, meski jasad masih berjalan. Hidup tanpa ilmu bukan hidup, tapi sekadar bernapas.

Kebodohan yang Dipelihara = Dosa yang Dinormalisasi

Hari ini maksiat dibela dengan dalih “hak pribadi”. Dosa dianggap pendapat. Nasihat dianggap serangan.

لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا

“Mereka punya hati, tapi tidak digunakan untuk memahami.”
(QS. Al-A‘raf: 179)

Bukan karena tidak punya hati, tapi karena hatinya menolak kebenaran.

Hadits: Ilmu Jalan Surga, Bukan Pajangan Lisan

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan jalannya ke surga.”
(HR. Muslim no. 2699)

Tapi ironisnya, umat ingin surga tanpa belajar. Ingin pahala tanpa proses. Ingin benar tanpa ilmu.

Ilmu yang Tidak Diamalkan: Bom Waktu Akhirat

أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ اللَّهُ بِعِلْمِهِ

“Orang paling keras siksaannya di hari kiamat adalah orang berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya.”
(HR. Ath-Thabrani)

Ilmu tanpa amal mematikan hati lebih kejam daripada kebodohan murni.

Penutup: Pilih Ilmu atau Pilih Kematian Hati

Tulisan ini bukan untuk menyenangkan. Ini peringatan.

Jika engkau alergi pada ilmu, tersinggung saat dinasihati, dan nyaman dalam kebodohan— maka jangan heran jika hatimu mati perlahan.

Ilmu itu nyawa hati. Tanpanya, iman tinggal nama.

© Dakwah & Opini Kritis | by arrayyannews

Tidak ada komentar:

AR-RAYYAN-MEDIA

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan by arrayyannews RKI ...