Kartel Kepemimpinan
Kartel kepemimpinan adalah bentuk pembusukan paling halus dalam organisasi, politik, dan negara. Ia tidak selalu melanggar aturan tertulis, tetapi secara sadar membunuh keadilan, meritokrasi, dan masa depan regenerasi.
Dalam kartel kepemimpinan, jabatan bukan lagi amanah, melainkan properti. Kekuasaan diputar di lingkaran yang sama, wajah boleh berganti, tetapi orangnya itu-itu saja.
Ciri Paling Telanjang Kartel Kepemimpinan
- Pemimpin gagal tetap dipertahankan
- Orang dekat naik, yang kompeten disingkirkan
- Kritik dicap pembangkangan
- Regenerasi hanya slogan pidato
Kerusakan yang Ditimbulkan
Kartel kepemimpinan melahirkan organisasi yang mandek, negara yang lamban, dan kebijakan tanpa keberanian. Keputusan diambil bukan berdasarkan kebenaran, tetapi demi menjaga kursi tetap aman.
Lebih berbahaya lagi, kartel kepemimpinan mematikan harapan. Orang-orang terbaik memilih diam, pergi, atau ikut rusak demi bertahan.
“Ketika kepemimpinan dikartelkan, kehancuran hanya soal waktu.”
Ini Bukan Sekadar Masalah Etika
Kartel kepemimpinan adalah pengkhianatan terhadap rakyat, anggota, dan generasi masa depan. Ia menciptakan stabilitas palsu yang rapuh saat krisis datang.
Sejarah selalu membuktikan: organisasi yang menutup pintu regenerasi akan runtuh oleh kebusukannya sendiri.
Penutup: Saatnya Dibongkar
Kartel kepemimpinan tidak akan runtuh dengan sopan santun. Ia hanya bisa dihentikan oleh keberanian, transparansi, dan tekanan publik yang konsisten.
“Lebih baik gaduh karena kebenaran daripada tenang dalam kebusukan.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar