Umat Ikut-Ikutan, Hati Mati Massal
Tagline: Opini Dakwah Super-Keras | Anti-Kemunafikan & Mental Ikut-Ikutan
by arrayyannews
حَيَاةُ الْقَلْبِ عِلْمٌ فَاغْتَنِمْهُ
وَمَوْتُ الْقَلْبِ جَهْلٌ فَاجْتَنِبْهُ
“Hidupnya hati karena ilmu. Matinya hati karena kebodohan.”
— Ta‘lim al-Muta‘allim
Ibadah Ramai, Akal Dimatikan
Inilah zaman paling ironis: umat bangga mengaku beriman, tapi malas belajar. Mulut bicara agama, namun otaknya dimatikan.
Yang penting ikut mayoritas. Yang penting satu suara. Yang penting viral.
Allah Mengutuk Mental Tanpa Ilmu
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
“Jangan kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya.”
(QS. Al-Isra’: 36)
Namun justru inilah yang dipelihara: berpendapat tanpa ilmu, membela tanpa dalil, membenci tanpa pemahaman.
Kemunafikan Modern: Tampilan Religi, Isi Kosong
Mereka marah jika agamanya dikritik, tapi tak pernah marah pada kebodohan sendiri.
لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا
“Mereka punya hati, tapi tidak digunakan untuk memahami.”
(QS. Al-A‘raf: 179)
Taklid Buta: Akar Kerusakan Berjamaah
Taklid tanpa ilmu melahirkan generasi pemarah, mudah tersulut, tapi kosong dalil.
إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِندَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ
“Makhluk terburuk di sisi Allah adalah mereka yang tuli dan bisu, yang tidak menggunakan akalnya.”
(QS. Al-Anfal: 22)
Ilmu Bukan Aksesori, Tapi Nyawa Iman
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa berjalan mencari ilmu, Allah mudahkan jalannya ke surga.”
(HR. Muslim no. 2699)
Penutup: Jangan Mengaku Beriman Jika Tak Mau Belajar
Tulisan ini tidak sedang menghakimi, tapi menguliti.
Jika membaca ini membuatmu tersinggung, mungkin bukan karena bahasanya, tapi karena ia benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar