Jumat, 26 Desember 2025

Katakanlah Kebenaran Walau Pahit

ARRAYYANNEWS

Dakwah · Opini · Renungan Nurani
Katakanlah Kebenaran Walau Pahit
قُلِ الْحَقَّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا
“Katakanlah kebenaran, walaupun terasa pahit.”

Kalimat ini sering diucapkan, tetapi jarang dihidupkan. Sebab kebenaran tidak selalu sejalan dengan kepentingan, jabatan, relasi, bahkan keselamatan diri. Banyak orang memahami kebenaran, namun memilih diam ketika kebatilan dipertontonkan di depan mata.

Kebenaran dan Harga yang Harus Dibayar

Kebenaran tidak pernah gratis. Ia selalu menuntut harga: kehilangan kenyamanan, dijauhi manusia, atau dicap tidak sejalan. Namun sejarah membuktikan, tidak ada peradaban yang runtuh karena kebenaran, yang runtuh adalah peradaban yang membungkamnya.

Perintah Al-Qur’an: Ucapkan Perkataan yang Benar

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70)

Ayat ini tidak memberi opsi untuk memilih aman atau tidak. Allah memerintahkan berkata benar, bukan berkata yang disukai. Kebenaran tetap benar meski hanya satu orang yang membelanya.

Hadits: Berkata Benar adalah Jihad

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan perkataan yang benar di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi)

Jika berkata benar dianggap jihad, maka diam terhadap kebatilan bukan sekadar kesalahan, melainkan pengkhianatan terhadap amanah iman.

Ancaman Keras bagi yang Diam terhadap Kebatilan

إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ
“Sesungguhnya apabila manusia melihat kezhaliman lalu mereka tidak mencegahnya, hampir-hampir Allah akan menimpakan azab kepada mereka semuanya.” (HR. Abu Dawud)

Hadits ini adalah peringatan keras. Diam bukan sikap aman. Diam justru mengundang murka Allah karena membiarkan kebatilan tumbuh tanpa perlawanan.

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ
“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Jika lisan sudah diam, dan hati pun tidak lagi gelisah, maka iman berada di titik paling rapuh.

Pahit di Dunia, Selamat di Akhirat

مَنْ أَرْضَى اللَّهَ بِسَخَطِ النَّاسِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ
“Barang siapa mencari ridha Allah dengan kemurkaan manusia, maka Allah akan meridhainya dan menjadikan manusia pun ridha kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi)

Kebenaran memang pahit, namun membungkamnya jauh lebih mematikan. Lebih baik terluka karena jujur, daripada binasa karena diam.

Tidak ada komentar:

AR-RAYYAN-MEDIA

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan by arrayyannews RKI ...