Hiduplah Seperti Pohon yang Berbuah
Buletin Dakwah • Arrayyannews
“Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah.”
— Abu Bakar As-Sibli رحمه الله
Dalam kehidupan, orang yang paling banyak memberi manfaat justru sering menjadi sasaran gangguan, cacian, bahkan fitnah. Seperti pohon yang tumbuh di pinggir jalan—ia tidak mencari pujian, tetapi kehadirannya selalu memberi.
Buah Kebaikan dan Batu Ujian
Pohon yang berbuah lebat tidak pernah mengeluh ketika dilempari batu. Ia tidak berpindah, tidak membalas dengan amarah, dan tidak berhenti berbuah. Batu itu justru menjadi sebab jatuhnya buah yang bermanfaat.
Demikian pula seorang mukmin. Ketika disakiti, ia bersabar. Ketika dicela, ia tetap berakhlak mulia. Karena ia sadar, tugasnya bukan membalas, tetapi memberi manfaat.
“Tolaklah (kejahatan) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang di antaramu dan dia ada permusuhan seakan-akan menjadi teman yang sangat setia.”
(QS. Fuṣṣilat: 34)
Teladan Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ dihina, disakiti, bahkan dilukai. Namun balasan beliau bukanlah dendam, melainkan doa dan rahmat. Inilah puncak keteladanan: tetap berbuah meski dilempari batu.
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiyā’: 107)
Penutup
Jika hari ini engkau merasa disakiti karena kebaikanmu, jangan berhenti berbuah. Bisa jadi itulah tanda bahwa keberadaanmu bermakna.
Batu akan hancur oleh waktu, tetapi buah kebaikan akan terus dikenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar