Menjaga Kehormatan Keluarga
Ungkapan Hikmah
“Matikan obornya Fatimah, aku tidak ingin orang lain melihatmu meskipun itu hanya bayanganmu.”
Catatan: Ungkapan ini tidak memiliki sanad hadis yang sahih, bukan riwayat Nabi ﷺ, dan tidak tercantum dalam kitab hadis utama. Namun, maknanya sejalan dengan adab Islam: menjaga kehormatan keluarga dan rasa cemburu yang terpuji (*ghairah*).
1. Kewajiban Menjaga Keluarga
“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Tafsir: Ath-Thabari, Ibn Katsir, Asy-Syaukani.
Ayat ini adalah dalil utama kewajiban seorang kepala keluarga untuk menjadi penjaga, pelindung, dan pembimbing bagi keluarganya dalam urusan agama dan moral.
2. Ghayrah: Cemburu yang Terpuji
“Sesungguhnya Allah cemburu, dan orang beriman pun memiliki sifat cemburu.”
HR. Muslim no. 2760 — sanad sahih.
Ghayrah adalah akhlak mulia yang menunjukkan kehormatan dan kepekaan seorang hamba terhadap batas-batas syariat. Jika hilang rasa ghairah, maka hilanglah penjagaan dari fitnah.
3. Aurat: Kemuliaan yang Harus Dijaga
“Jagalah auratmu.”
HR. Tirmidzi no. 2794 — dinilai hasan oleh Al-Albani.
Menjaga aurat di zaman modern bukan hanya soal pakaian, tetapi juga:
- Foto yang mudah tersebar
- Video call
- Story media sosial
- Live streaming
Karena itu makna "matikan obor" hari ini dapat dipahami sebagai kewajiban untuk mematikan segala sumber fitnah digital.
4. Teladan Rumah Tangga: Saling Menjaga
“Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya.”
HR. Bukhari no. 893 & Muslim no. 1829 — mutawatir makna.
Hadits ini menegaskan bahwa seorang suami wajib menjaga kehormatan istri dan keluarganya. Demikian pula istri wajib menjaga kehormatan suami.
5. Tantangan Zaman Modern
Zaman dahulu, fitnah hadir melalui cahaya obor yang memungkinkan seseorang terlihat. Hari ini, fitnah jauh lebih besar karena:
- Kamera HD di setiap tangan
- Privasi yang rapuh
- Foto yang menyebar dalam hitungan detik
- Aplikasi yang merekam tanpa izin
Karena itu, menjaga kehormatan kini lebih mendesak daripada sebelumnya.
Penutup
Menjaga aurat, kehormatan, dan martabat keluarga adalah ibadah besar. Ia melahirkan rumah yang tenteram, kokoh, dan penuh keberkahan.
“Keluarga yang dijaga adalah keluarga yang dimuliakan Allah.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar