Sabtu, 27 September 2025

Kumpulan Cerpen Islami - Arrayyannews (Episode 1-4)

Kumpulan Cerpen Islami

Hijrah, Ilmu, Dakwah — Kisah Hadi & Riyanto

Episode 1 — Hijrah adalah Perjalanan Melawan Diri Sendiri

Awal perjalanan Hadi: dari kebiasaan lama menuju keinginan berhijrah, ditemani Riyanto.

Hadi merasakan kekosongan meski hidup terpenuhi rutin. Suatu sore, setelah duduk bersama Riyanto di serambi masjid, Hadi mengutarakan niat yang telah lama mengganggunya: ingin hijrah. Riyanto menyemangatinya, memulai langkah kecil menuju perubahan.

﴿ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ﴾
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Hadi memulai dengan shalat tahajjud, tilawah sedikit demi sedikit, dan hadir di majelis ilmu. Ia belajar bahwa hijrah bukan sekadar perubahan lahiriah, melainkan pergulatan batin yang berkelanjutan.

Lanjut ke Episode 2

Episode 2 — Setiap Kamis, Aku Menemukan Diriku

Liqo tholabul ilmi: pertemuan rutin yang menata hati, dengan peran murabi yang lembut.

Riyanto mengikuti liqo setiap Kamis bersama sekelompok pencari ilmu. Di sana ada seorang murabi yang membimbing dengan cerita hidup dan pengajaran yang mudah dicerna. Mira, salah seorang peserta, menemukan ruang untuk menyusun kembali jiwanya melalui catatan dan doa.

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar: 9)

Majelis itu menjadi lentera: ilmu dijadikan amal, adab dilatihkan, dan ukhuwah diperkuat. Liqo tidak sekadar mengisi kepala, tetapi menghangatkan hati.

Lanjut ke Episode 3

Episode 3 — Hijrahku Dimulai di Sini

Hadi dan Riyanto menapaki hijrah lebih jauh: tahajjud, perbaikan akhlak, dan menjadi penggerak kebaikan di lingkungan.

Setelah beberapa waktu, perubahan Hadi mulai terlihat; ia mengajak teman untuk shalat berjamaah, membagikan ilmu sederhana, dan menata hidupnya. Riyanto selalu mendampingi, mengingatkan bahwa istiqamah lebih bernilai dari perubahan cepat yang bersifat sementara.

﴿ وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ ﴾
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabut: 69)

Hadi mengalami ejekan teman lama dan godaan, tetapi ia meneguhkan niatnya. Di majelis, hadits tentang hijrah menjadi pegangan: “Orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Lanjut ke Episode 4

Episode 4 — Di Bina untuk Membina

UM Hadi sebagai pembina: bagaimana proses dibina menjelma menjadi upaya membina masyarakat bersama Riyanto.

Setelah melewati fase hijrah pribadi, Hadi — yang kini akrab dipanggil Ustadz Hadi oleh beberapa pemuda — mulai menata sebuah program binaan sederhana di musholla: kelompok kajian praktis, kelas adab, dan program santunan untuk keluarga dhuafa. Riyanto membantu mengorganisir kegiatan, mengundang tetangga, dan menjadi ujung tombak komunikasi.

UM Hadi sering membuka majelis dengan ayat sebagai pengingat bahwa ilmu harus menjadi amal:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; kamu menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar...” (QS. Ali 'Imran: 110)

Pada pertemuan-pertemuan binaan itu, UM Hadi menekankan tiga hal: niat yang benar, praktik kecil yang konsisten, dan kelembutan dalam menyampaikan. Ia mengutip hadits: “Barangsiapa menunjuki kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
“Dan ucapkanlah kepada manusia dengan perkataan yang baik.” (QS. Al-Baqarah: 83)

Riyanto menjadi teladan praktis: ia menjemput anak-anak untuk ikut kajian, membantu proses administrasi santunan, dan menemani ibu-ibu belajar membaca Al-Qur’an. Masyarakat yang awalnya ragu kini mulai merasakan manfaat nyata; konflik kecil mereda, saling tolong menolong muncul, dan suasana kebersamaan tumbuh.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjuki kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

Di akhir bulan, UM Hadi dan Riyanto menyusun laporan sederhana: berapa keluarga yang menerima santunan, berapa anak yang ikut TPQ, dan cerita-cerita kecil tentang perubahan. Mereka sadar, membina bukan sekadar program administratif; ia adalah merawat hati-hati yang rindu kebaikan.

Seorang ibu, yang dulu sering bersungut-sungut, meneteskan air mata ketika anaknya yang nakal mulai shalat. “Terima kasih, Ustadz,” ucapnya. Ustadz Hadi hanya tersenyum, menunjuk pada Riyanto: “Ini kerja bersama. Kita dibina agar bisa membina.”

Pesan yang tersisa: dakwah yang melekat di masyarakat bukan sekadar retorika. Ia harus berakar dalam tindakan kecil yang konsisten: mengajar satu anak, memberi satu porsi, menolong satu tetangga. Dari sanalah pembinaan melahirkan pembina baru—estafet kebaikan yang tak putus.

Kembali ke Episode 1
arrayyannews
arrayyannews
Media dakwah & inspirasi Islami yang menyajikan cerita, renungan, dan panduan spiritual — untuk perjalanan iman sehari-hari.
Penulis: arrayyannews

Tidak ada komentar:

AR-RAYYAN-MEDIA

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan by arrayyannews RKI ...