Jumat, 26 September 2025

Mengenal Ilmu Fiqih & Empat Madzhab

📚 Mengenal Ilmu Fiqih & Empat Madzhab

Fiqih adalah ilmu yang membahas hukum-hukum syariat Islam yang bersifat amaliah (praktis), diambil dari dalil-dalil seperti Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, dan Qiyas. Dalam sejarah Islam, berkembang empat madzhab besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali.

📊 Tabel Perbandingan Empat Madzhab

Madzhab Pendiri & Tahun Ciri Khas Metode Ijtihad Wilayah Pengaruh
Hanafi Imam Abu Hanifah (80–150 H, Kufah) Rasional, fleksibel, banyak gunakan logika Qur’an → Sunnah → Qiyas → Istihsan → Urf (adat) India, Pakistan, Turki, Asia Tengah
Maliki Imam Malik bin Anas (93–179 H, Madinah) Pegang tradisi penduduk Madinah, perhatikan kemaslahatan Qur’an → Sunnah → Amal Madinah → Maslahah Mursalah → Sadd Dzari’ah Afrika Utara, Maroko, Tunisia, Sudan
Syafi’i Imam Asy-Syafi’i (150–204 H, Gaza–Mesir) Sistematis, ketat dalam dalil, susun ushul fiqih Qur’an → Sunnah → Ijma’ → Qiyas, menolak istihsan Mesir, Yaman, Indonesia, Malaysia, Brunei
Hanbali Imam Ahmad bin Hanbal (164–241 H, Baghdad) Tekstual, fokus pada nash, kuat dalam hadits Qur’an → Sunnah → Fatwa Sahabat → Hadits Dha’if → Qiyas Saudi Arabia, Teluk Arab

🕌 Contoh Perbedaan Hukum Praktis

Masalah Fiqih Hanafi Maliki Syafi’i Hanbali
Menyentuh lawan jenis tanpa syahwat Tidak batal wudhu, kecuali keluar mani Tidak batal Batal meski tanpa syahwat Tidak batal, kecuali dengan syahwat
Qunut Subuh Tidak disyariatkan Tidak disyariatkan Sunnah muakkadah Tidak disyariatkan
Jumlah minimal zakat fitrah Setengah sha’ (≈1,75 kg) Satu sha’ (≈2,5 kg) Satu sha’ (≈2,5 kg) Satu sha’ (≈2,5 kg)
Shalat Tarawih 20 rakaat 36 rakaat (di Madinah) 20 rakaat 11 rakaat (boleh lebih)

📖 Dalil Perbedaan

1. Menyentuh lawan jenis tanpa syahwat
• Dalil Syafi’i:
"أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا"
(QS. An-Nisa: 43) → dipahami bahwa menyentuh wanita membatalkan wudhu.

• Dalil Hanafi, Maliki, Hanbali: menafsirkan "lamastum" sebagai jima’, bukan sekadar sentuhan.
2. Qunut Subuh
• Dalil Syafi’i: Hadits dari Anas bin Malik r.a.: "Rasulullah ﷺ senantiasa berqunut pada shalat Subuh hingga beliau wafat." (HR. Baihaqi).

• Dalil Hanafi, Maliki, Hanbali: riwayat lain dari Anas bahwa Nabi ﷺ hanya qunut pada saat ada musibah (qunut nazilah).
3. Zakat Fitrah
• Dalil mayoritas madzhab (Maliki, Syafi’i, Hanbali): Hadits Ibnu Umar r.a.: "Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum." (HR. Bukhari-Muslim).

• Hanafi: menggunakan qiyas, karena makanan pokok berbeda-beda, sehingga cukup setengah sha’ gandum yang lebih berat.
4. Shalat Tarawih
• Dalil 20 rakaat (Hanafi & Syafi’i): Riwayat dari Umar bin Khattab r.a. yang mengumpulkan jamaah tarawih 20 rakaat (HR. Baihaqi).

• Dalil 36 rakaat (Maliki): praktik penduduk Madinah untuk menambah rakaat sebagai bentuk semangat ibadah.

• Dalil 11 rakaat (Hanbali): Hadits dari Aisyah r.a.: "Rasulullah ﷺ tidak pernah shalat malam lebih dari sebelas rakaat." (HR. Bukhari-Muslim).
Kesimpulan: Perbedaan antar madzhab terjadi karena perbedaan metode ijtihad dan pemahaman dalil, bukan pertentangan pokok agama. Semua madzhab benar dan diakui dalam Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Tidak ada komentar:

AR-RAYYAN-MEDIA

RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan RKI Tartil Al-Qur’an Balapulang Wetan by arrayyannews RKI ...