🍂"UNTUKMU; Wahai Para Ibu Yang Lelah
بِسْــــــــــــــــــــــم اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Pekerjaan rumah itu memang tidak ada habisnya. Dari berantakan, lalu rapi, tidak lama kemudian berantakan lagi.
Dari kotor, lalu bersih, namun tak berselang lama kemudian kotor lagi. Masalah berkutat diantara anak-anak, suami, dapur, rumah, cucian, dan seterusnya dan seterusnya.
Tentang urusan yang tak kunjung selesai itu, bahkan sekelas Ali bin Abi Thalib pun pernah menuturkan betapa lelah istrinya mengurusi rumah yang tak seberapa besar itu.
Tangan Fatimah putri Nabi yg mulia itu menjadi keras dan kasar karena harus menumbuk dan mengadoni sendiri beberapa mud gandum dengan menggunakan roha (alat tumbuk saat itu).
Hingga suatu hari mereka berdua mendengar bahwa Nabi Shalallahu'alayhi wa Sallam mendapatkan budak yang bisa dijadikan khadim (pembantu).
Fatimah pun lalu datang untuk memohon diberikan pembantu dari ayahnya yang mulia, Rasulullah Shalallahu'alayhi wa Sallam.
Tapi sayang, Sang Ayah tidak ada di tempat. Fatimah hanya berjumpa dengan Aisyah. Fatimah lalu menyampaikan keperluannya kepada Aisyah, dan Aisyah berjanji akan menyampaikannya kepada Rasul Shalallahu'alayhi wa Sallam.
Hingga datanglah suatu malam, saat itu Ali dan Fatimah sudah bersiap istirahat dan telah berbaring, Ayahanda Rasulullah pun datang ke rumahnya..
Mengetahui kedatangan beliau Shalallahu'alayhi wa Sallam, maka eduanya bersegera ingin bangun.
Namun Rasul mulia itu berkata :
"Tetaplah di tempat kalian berdua."
Beliau mendekat dan duduk di antara mereka berdua (antara Ali dan Fatimah) hingga Ali merasakan dingin telapak kaki beliau mengenai perutnya.
Kemudian ayahanda Rasulullah berkata, "Maukah aku tunjukkan pada kalian berdua sesuatu yang lebih baik dari yang kalian minta? Jika kalian berdua sudah hendak tidur maka bertasbihlah 33 kali, bertahmidlah 33 kali dan bertakbirlah 34 kali. Itu lebih baik bagi kalian berdua dari seorang pembantu."
Bukan tanpa hikmah Nabi Shalallahu'alayhi wa Sallam memberikan nasihat dzikir sebagai jawaban atas apa yang dibutuhkan putrinya, Fatimah.
Maka, inilah kisah hikmah tentang bagaimana ibunya Fatimah yang tak lain adalah Khadijah radhiallahu'anha yang agung dan mulia itu, saat memperoleh keutamaan atas lelahnya pekerjaan rumah tangga.
Suatu hari Jibril pernah datang kepada Nabi. Tapi kedatangannya kali ini bukan untuk menyampaikan ayat atau wahyu, bukan.
Hari itu Jibril datang turun dari langit yang berlapis tujuh itu hanya untuk menyampaikan bahwa dirinya memberi salam, salam untuk istri Nabi, Khadijah al Khuwailid yang mulia.
Jibril berkata :
"Wahai Rasulullah, Khadijah akan datang membawa periuk yang berisi lauk di dalamnya. Jika dia nanti datang, sampaikan salam dari Rabb-nya dan dariku. Dan beritakanlah untuknya kabar gembira tentang surga yang tidak ada kegaduhan dan tidak ada kelelahan di dalamnya."
MasyaAllah.
Ternyata surga disiapkan Allah untuk Khadijah, atas kelelahan dirinya dalam urusan dapur dan kelelahan lain dalam urusan rumah tangganya.
MasyaAllah..
MasyaAllah..
Ternyata itu..
Ternyata itu yang hendak Nabi berikan untuk putrinya, Fatimah. MasyaAllah....
Maka, sampaikan salam dari kami para Ayah untuk para Ibu yang lelah. Dan saksikanlah, bahwa dua kisah istimewa dari dalam rumah nubuwwah itu adalah untukmu wahai para Ibu...
Selamat Ibu, mama, bunda, ummi, umma atau apapun nama panggilanmu..
Bahwa dengan semua kelelahan urusan rumah tanggamu itu, semoga salam Allah dan salam para malaikat tetap tertambat untukmu hingga surga sebagai balasan tertinggi atas semua rasa lelahmu.
Ditulis ulang dengan perubahan dari Al Mukarram Al Ustadz Budi Ashari حفظه الله, oleh :
-Hizbullah Ivan-
جزاكم الله خيراوبارك الله فيكم

Tidak ada komentar:
Posting Komentar