ISTRI YANG MENERIMA APA ADANYA
Istri yang tidak pernah minta ini itu bukan berarti dia tidak menginginkan sesuatu.
Terkadang wanita itu menginginkan sesuatu, namun mereka mendahulukan kepentingan rumah tangga dibanding kepentinganya sendiri.
Wanita rela menahan lapar asalkan suami dan anaknya kenyang, dan wanita juga rela berpenampilan seadanya asalkan kebutuhan rumah dan anak tercukupi.
Tak jarang ketika wanita di suruh beli baju mereka tidak mau, alasannya nanti saja karena baju yg lama masih bagus, padahal tidak.
Cobalah sesekali kamu lihat isi lemarinya, kamu akan menjumpai baju² lama yg sudah pudar warnanya,daster yg sudah banyak jahitannya,pengait bra yg sudah berkarat,dan kolor CD yg sudah melebar.
Mereka tidak peduli itu, karena wanita berfikir selagi itu masih bisa di pakai akan saya pakai.
Wanita akan melihat harganya terlebih dahulu ketika ingin membeli sesuatu untuk dirinya (Misalnya bedak),jika dirasa harganya agak mahal ya gk jadi beli, alasannya karena nggak cocok buat kulitnya.
Tahukah engkau, sebenarnya mereka tidak membelinya bukan karena gk cocok tapi mereka takut uangnya gk cukup.
Wanita akan berfikir berulang kali ketika hendak membeli sesuatu,mereka akan berkata;
“ahh daripada aku beli ini mending aku beli itu aja buat keperluan di rumah”
Tapi kebanyakan para suami sering berkata; “ahh biarlah wong istriku neriman nggak banyak maunya, jadi gk masalah kalo aku cuma ngasih segitu”
Dan yg lebih menyedihkan ketika laki² selingkuh kebanyakan wanitalah yg di salahkan, alasannya karena mereka tak pandai merawat diri
Bukanya tidak pandai merawat diri, namun seringkali wanita terlalu sibuk di rumah, ngurus rumah, merawat anak,sampai lupa merawat dirinya sendiri.
Mereka seperti itu demi keluarga kalian,dan kalian para suami harus menyadari bahwa cantik itu butuh modal gk bisa cuma pake sabun batang doang.
"KAU TAHU SIAPA ISTRIKU?
Ada sebuah kisah, ketika seorang suami menangis kepada sahabatnya.
Sahabatnya itu pun bertanya, "Kenapa kau menangis tersedu-sedu seperti ini?"
Sang suami menjawab, "Istriku sedang sakit demam"
Sahabatnya bertanya lagi, "Sebegitu cintanyakah kau?Sehingga istri sakit demam saja sampai menangis sangat dlm seperti ini?
Sang suami menjawab, "Kau tahu siapa istriku?".
Lalu sang suami menceritakan pada sahabatnya, Aku ini miskin, tidak punya pekerjaan tetap & setiap hari keluargaku hanya makan dengan kacang,itu pun jika aku pulang.
Jika aku tak pulang karena blm mendapat apa untuk dimakan paling istriku hanya minum air atau berpuasa.
Suatu hari keluarga mertuaku mengundang kami untuk berkunjung ke rumahnya, kebetulan istriku berasal dari keluarga kaya.
Saat aku duduk berkumpul bersama mertuaku & keluarga yang lain di meja makan dengan hidangan yang mewah, aku tidak menemukan istriku. Lalu aku bertanya kepada ibu mertuaku, "Dimanakah dia ibu?". Ibu mertuaku menjawab, Istrimu sedang di dapur, dia mencari kacang..
Katanya dia sudah bosan dengan hidangan lauk & daging, sehingga dia sangat ingin makan kacang"
Ketika mendengar itu ayah mertuaku langsung memelukku sambil berkata,Terima kasih
menantuku kau telah mencukupi nafkah anakku dngn baik, sampai "dia bosan makan daging & malah ingin mencoba makan kacang."
Saat itu dadaku tersesak, menahan tangis.
Lalu saat pulang ke rumah kami aku tak bisa lagi menahan tangis, sambil ku peluk erat istriku "Betapa engkau sangat menjaga kehormatanku di hadapan
orang lain wahai istriku walau pun itu orang tuamu sendiri, sedangkan aku tahu setiap hari kau hidup kekurangan disini, bahkan sampai tidak makan sama sekali."
Istriku hanya menjawab, " Aku berkewajiban menjaga kehormatanmu, Karena istri adalah pakaian suami & suami adalah pakaian istri. Karena itu istri adalah kehormatan suaminya, begitu pun sebaliknya suami adalah kehormatan bagi suaminya*".
SAAT ISTRIKU TIDAK CANTIK DAN MENGGAIRAHKAN LAGI
Suatu hari IMAM SYAFI’I
kedatangan seorang Laki-laki, Suami.
Dia mengadu kepada IMAM SYAFI’I tentang istrinya yang sudah tak cantik, dan tak Menggairahkan lagi dipandangnya.
Suami: “Wanita yang aku nikahi itu pertama kali cantik dan menggairahkan. Tapi kenapa sekarang kecantikannya hilang, tidak menggairah-kan ?”
Mendengar hal itu, Imam Syafi’i dengan tersenyum berkata : “Kamu ingin istrimu kembali lagi cantik, Menggairahkan ?”
Suami: “Betul”
Imam syafi’i: “Gampang.. tundukan pandanganmu dari seluruh wanita yang diharamkan selama sebulan !”
Setelah mendengar nasihat tersebut, ia segera mematuhi apa yang disampaikan Imam Syafi’i.
Sebulan kemudian Laki-laki tersebut bertemu kembali dengan Sang Imam.
Imam syafi’i pun bertanya: “Bagaimana sekarang ?
Istrimu sudah kelihatan cantik ?”
Suami: “Maa syaa Allah wahai imam, sungguh tak ada wanita cantik, menggairahkan selain istriku.”
Imam syafi’i pun berkata dari kenyataan itu:
“Sebenarnya istrimu tidak berubah. Namun ketika kamu menjadi laki-laki yang sering melabuhkan atau mendaratkan pandangannya kepada wanita-wanita yg tidak halal. Ketika itu, Allah Ta'ala mencabut kenikmatan pandanganmu melihat yang halal.
Ketika Allah Ta'ala mencabut kepadamu kenikmatan melihat yang halal itulah kenapa kamu melihat istrimu menjadi biasa.”
Akan tetapi ketika kamu meninggalkan pandangan yg haram.
Lalu akhirnya kamu kemudian hanya menikmati pada pandangan yang halal (istrimu), disitulah kamu akan mendapati kenikmatan istrimu kembali.”
Dari kisah ini dapat kita ambil hikmahnya bahwa:
MAKSIAT YANG DILAKUKAN BAIK OLEH PRIA MAUPUN WANITA PASTI AKAN MENGGEROGGOTI NIKMAT DAN INDAHNYA BERKELUARGA
Untuk itu mari kita jaga pandangan kita dari hal yg diharamkan oleh agama, agar kesucian pernikahan dengan pasangan kita bisa terjaga dan bahagia...
Semakin engkau mengumbar
pandanganmu maka semakin pudarlah kecantikan dan
keelokan istrimu di matamu, dan semakin engkau menjaga
pandanganmu maka semakin cantik paras istrimu di matamu…
Diantara doa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
ﺍﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺍﻛْﻔِﻨِﻲ ﺑِﺤَﻼَﻟِﻚَ ﻋَﻦْ ﺣَﺮَﺍﻣِﻚَ ﻭَﺃَﻏْﻨِﻨِﻲ
ﺑِﻔَﻀْﻠِﻚَ ﻋَﻤَّﻦْ ﺳِﻮَﺍﻙَ
"Yaa Allah cukupkanlah diriku
dengan perkara-perkara yang halal dari (membutuhkan)
perkara-perkara yang haram, dan cukupkanlah diriku dengan karuniaMu dari selainMu"
Sungguh merupakan bentuk kufur nikmat tatkala Allah telah
memberikan kenikmatan yang
halal baginya lantas ia mencari-cari kenikmatan yang
diharamkan oleh Allah.
جزاكم الله خيراوبارك الله فيكم
Semoga bermanfa'at
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar