Minggu, 28 Agustus 2022

📃Kapan Kita Istirahat?

 ﷽

Capek


Menuntut ilmu capek..

Beramal shalih capek...

Ibadah capek..

Dakwah capek...


Tidur Terus capek...

Main capek..

Kerja capek...

Nganggur capek..


Penjual melayani banyak pembeli capek...

Penjual bengong gak ada pembeli juga capek..


Bahkan tidur terus juga capek..


Manusia hidup itu harus siap capek, apapun profesi dan aktivitasnya...


Namun kita perlu ingat,

Capek itu tidak hanya dialami oleh mereka yang beribadah saja tapi dialami semua manusia yang bergerak dan beraktivitas, baik itu aktivitas untuk kebaikan ataupun sebaliknya.


Allah Ta'ala berfirman,


“Wahai manusia, sesungguhnya kalian benar-benar capek menuju Allah sampai kalian ketemu dengan-Nya.”

(QS. al-Insyiqaq: 6)


Yang dimaksud ‘capek menuju Allah’ adalah capek hingga menuju kematian.

Karena setiap manusia yang mati pasti kembali kepada Allah.


Allah menyebut kita semua capek, karena kita semua beraktivitas.

Kita semua bekerja.

Tidak ada istilah manusia berhenti.


Ketika orang beriman capek ketika berbuat taat, orang fasik(ahli maksiat) juga capek ketika berbuat dosa dan kemaksiatan…


Ketika orang beriman capek ketika puasa ramadhan, orang kafir juga capek ketika melakukan kekafiran…


Ketika orang beriman capek karena menuntut ilmu dan mengamalkan ilmu, orang musyrik juga capek ketika berbuat kesyirikan…


Semua manusia capek….

Namun capek orang beriman beda dengan capek mereka (orang kafir dan fasik)…


Capek kita berpahala…

Capek kita beriring dengan harapan besar di sisi-Nya…


Yang ini semua tidak dimiliki oleh mereka(orang kafir dan fasik) …


Allah Ta'ala berfirman,


“Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan..” (QS. an-Nisa: 104)


Semoga capek kita, mengantarkan kita untuk bebas dari neraka dan masuk ke dalam syurga.


Ingatlah untuk menggapai syurga butuh perjuangan, butuh berlelah-lelah dan tidak mudah maka jangan menyerah apalagi dengan alasan capek.


Ingatlah perkataan Imam Ibnul Qayyum al-Jauziyah, beliau berkata,

 

“Jalan menuju Allah adalah jalan dimana,


Adam kelelahan,

Nuh mengeluh,

Ibrahim dilempar ke dalam api,

Ismail dibentangkan untuk disembelih,

Yusuf dijual dengan harga murah dan dipenjara beberapa tahun,

Zakaria digergaji,

Yahya disembelih,

Ayub menderita penyakit,

Daud menangis melebihi kadar semestinya,

Isa berjalan sendirian, dan

Muhammad shallallahu alaihi wassalam mendapat kefakiran dan berbagai gangguan


Sementara kalian ingin menempuhnya dengan bersantai ria dan bermain-main?

Demi Allah takkan pernah bisa terjadi!.”

Kapan Kita Istirahat?

Wahai diri,

Inilah dunia.

Setiap kali kau bangun tidur, perjalananmu akan terus berulang


Kau akan terus menemukan hal yang sama, menerima, belajar, lelah, pun kuat.


Tetapi tujuannya adalah sama.

Pun begitu juga jawabannya sama.


Dan yang memahami hanya orang-orang yang tahu bahwa dunia tempatnya berlelah-lelah bukan tempat istirahat.


Sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya,


“Wahai imam, kapankah waktu istirahat itu?”


Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah menjawab,


“Jika kita telah menginjakkan kaki di Surga, maka di sanalah kita akan beristirahat.”


Jika lelah kita adalah dunia.

Maka yang membuat tetap semangat itu akhirat.


Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata,


“JIKALAU kita letih karena kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal.

Namun jikalau kita bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan kekal.”


Semoga disetiap lelah yang melepuh.

Dan pada sebuah daun yang gugur, akan menenangkan hati bahwa Allah Maha Mengetahui

Selamat menata hati.

WAKTU ISTIRAHAT YANG SEBENARNYA BAGI SEORANG MUKMIN...

» Di dalam Al-Qur’an Al-Karim Allah Ta’ala berfirman:


Ùˆَاعْبُدْ رَبَّÙƒَ Ø­َتَّÙ‰ ÙŠَØ£ْتِÙŠَÙƒَ الْÙŠَÙ‚ِينُ


Artinya: “Dan beribadahlah engkau kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (yakni kematian).” (QS. Al-Hijr: 99).


Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa setiap manusia yang hidup di dunia wajib beribadah hanya kepada Allah tanpa mengenal letih,,,, bosan dan istirahat atau berhenti darinya. Ia wajib tabah dan sabar dalam menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Ta’ala,,,, serta sabar dalam menjauhi dosa dan maksiat kepada-Nya sehingga kematian menjemputnya dan memutuskannya dari segala kenikmatan dan kelezatan dunia.


» Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya: “Wahai imam,,,, kapankah waktu istirahat itu....???” Beliau jawab: “(istirahat yang sesungguhnya ialah) pada saat engkau pertama kali menginjakkan kakimu di dalam Surga.”


» Seorang penyair yang bijak mengatakan:

“Sekiranya bilamana kita telah mati lalu dibiarkan (begitu saja tanpa perhitungan dan pembalasan amal,,,, pent),,,, niscaya kematian itu menjadi waktu istirahat bagi setiap orang yang hidup.


Akan tetapi (kenyataannya),,,, bilamana kita telah mati,,,, kita akan dibangkitkan (dari alam kubur kita),,,, dan sesudah itu kita dimintai pertanggungjawaban (oleh Allah) atas segala hal (yang pernah kita lakukan di dunia, pent).”


Maka dari itu,,,, marilah kita bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan sisa umur kita di dunia ini dengan berbuat kebaikan dan ketaatan kepada Allah dan menjauhi setiap dosa dan maksiat hingga kematian menjemput kita dan memisahkan kita dengan orang-orang yang sangat kita cintai.


Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. (Klaten, 19 Agustus 2014).


Waktu Istirahat Yang Sebenarnya Bagi Seorang Mukmin

Tidak ada komentar:

AR-RAYYAN-MEDIA

UPA bukan sekadar pertemuan mingguan.

UPA - Unit Pembinaan Anggota UPA • Unit Pembinaan Anggota Bukan Sekadar Dudu...