Ar Rayyan Media
Penerbit & Dokumentasi Islami — Buku: Belajar Tartil & Tajwid (Rumah Keluarga Indonesia)
📖 Belajar Tartil & Tajwid — Rumah Keluarga Indonesia
- Bab 1 – Pengantar Ilmu Tajwid
- Bab 2 – Keutamaan Membaca Al-Qur'an dengan Tartil
- Bab 3 – Huruf Hijaiyah & Makharijul Huruf
- Bab 4 – Sifat-Sifat Huruf
- Bab 5 – Mad & Qashr (Panjang & Pendek)
- Bab 6 – Hukum Mim Sukun
- Bab 7 – Hukum Nun Sukun & Tanwin
- Bab 8 – Alif Lam (Syamsiyyah & Qamariyyah)
- Bab 9 – Mad ṭabī'ī & Macam-Macam Mad
- Bab 10 – Mad Wajib Muttashil & Jaiz Munfashil
- Bab 11 – Mad 'Aridh Lissukūn & Mad Badal
- Bab 12 – Mad Lazim
- Bab 13 – Qalqalah
- Bab 14 – Idgham
- Bab 15 – Ikhfa
- Bab 16 – Iqlab
- Bab 17 – Waqaf & Ibtida'
- Bab 18 – Latihan Surat Pendek
- Bab 19 – Kesalahan Umum & Perbaikan
- Bab 20 – Muroja'ah, Evaluasi & Motivasi
Bab 1 – Pengantar Ilmu Tajwid
Definisi: Tajwid secara bahasa berarti “membaguskan”. Secara istilah tajwid adalah ilmu yang mempelajari tata cara membaca Al-Qur’an sesuai makhraj, sifat huruf, hukum-hukum bacaan (mad, idgham, ikhfa, iqlab, qalqalah, waqf, dll) sehingga lafaz benar dan makna terjaga.
Tajwid adalah warisan metode pembacaan agar lafaz Al-Qur’an tetap terpelihara seperti zaman Rasulullah ﷺ. Belajar tajwid sebaiknya dibimbing guru dan disertai latihan (muroja'ah) rutin.
Bab 2 – Keutamaan Membaca Al-Qur'an dengan Tartil
Keutamaan: membaca Al-Qur’an dengan tartil memberi pahala, meningkatkan pemahaman, dan menjadi syafaat kelak. Rasulullah ﷺ menganjurkan mempelajari & mengajarkan Al-Qur’an.
Bab 3 – Huruf Hijaiyah & Makharijul Huruf
Makharij: tempat keluarnya huruf pada alat ucap manusia (tenggorokan, pangkal lidah, ujung lidah, bibir, rongga mulut, hidung). Kenali kelompok makhraj utama agar fonetik terbentuk benar.
Ringkasan makhraj
- Halq (tenggorokan): ء هـ ع ح غ خ
- Lisan (lidah): ق ص د ت س (bervariasi menurut posisi lidah)
- Syafatain (dua bibir): ب م وَ
- Shafah/gigi-lidah: ت د ط ث
- Ghunnah (hidung): pada nun dan mim yg berghunnah
Bab 4 – Sifat-Sifat Huruf
Sifat huruf: karakter bunyi (jahr/hams, shiddah/rikhwah, tafkhīm/tarqīq, isti‘la/istifāl, dll). Sifat menentukan berat/ ringannya pengucapan.
Contoh penting
- Ghunnah: dengung hidung (nun & mim berghunnah).
- Tafkhīm: penebalan pada huruf tertentu (ص ض ط ظ غ ق).
- Tarqīq: pelan/sempit (س، ي، .).
Bab 5 – Mad & Qashr (Panjang & Pendek)
Mad = pemanjangan vokal (alif, waw, ya). Ukur dalam harakat. Mengabaikan mad bisa merubah arti.
Jenis singkat
- Mad ṭabī'ī: 2 harakat (contoh: قَالَ).
- Mad wajib muttashil: 4–5 harakat (mad bertemu hamzah dalam kata).
- Mad jaiz munfasil: mad bertemu hamzah pada kata berikutnya (2–4 harakat).
- Mad 'aridh lissukūn: muncul karena waqf (2/4/6 harakat kebiasaan).
Bab 6 – Hukum Mim Sukun (مْ)
Mim sukun punya tiga perlakuan:
- Idzhar Syafawi: mim sukun bertemu huruf selain م atau ب → dibaca jelas. (contoh: أَمْ حَسِبْتُمْ).
- Ikhfa Syafawi: mim sukun bertemu ب → samar + dengung ringan. (contoh: تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ).
- Idgham Mimi: mim sukun bertemu mim → dilebur jadi satu dengung kuat (tasydīd pada mim).
Bab 7 – Hukum Nun Sukun & Tanwin
Empat hukum utama: Idzhar, Idgham, Iqlab, Ikhfa. Hafalkan huruf-huruf terkait setiap hukum.
Ringkasan
- Idzhar halqi: bertemu huruf halqi (ء، ه، ع، ح، غ، خ) → jelas.
- Idgham: bertemu ي، ر، م، ل، و، ن — terbagi bighunnah (ي، ن، م، و) & bilaghunnah (ل، ر).
- Iqlab: bertemu ب → nun → mim + ghunnah (contoh: سَمِيعٌ بَصِيرٌ).
- Ikhfa: 15 huruf (ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك) → samar + ghunnah.
Bab 8 – Alif Lam (Syamsiyyah & Qamariyyah)
Lam pada artikel 'al-' memiliki dua perlakuan:
- Syamsiyyah: lam tidak terdengar, huruf setelahnya diberi tasydīd (contoh: الشَّمْسُ → dibaca asy-syamsu).
- Qamariyyah: lam dibaca jelas (contoh: الْقَمَرُ).
Bab 9 – Mad ṭabī'ī & Macam-Macam Mad (Rinci)
Perlu memahami perbedaan mad dasar & cabangnya agar tidak salah memanjangkan suara. Mad lazim, mad far'i, mad jaiz, mad wajib muttashil, dll dijelaskan beserta contoh praktik.
Bab 10 – Mad Wajib Muttashil & Jaiz Munfashil
Mad wajib muttashil: mad bertemu hamzah dalam kata yang sama → panjang 4–5 harakat (tergantung qira'at).
Mad jaiz munfashil: mad bertemu hamzah pada kata berbeda → panjang bervariasi (2–4/5).
Bab 11 – Mad 'Aridh Lissukūn & Mad Badal
Mad 'aridh lissukūn: mad yg memanjang karena sukun ketika waqf; panjang 2/4/6 sesuai keadaan.
Mad badal: hamzah pengganti sebelum huruf mad; biasanya 2 harakat.
Bab 12 – Mad Lazim
Mad lazim: mad yg wajib dibaca panjang (umumnya 6 harakat) karena adanya madd + sukun asli. Terdiri mad lazim kalimi & hurufi. Waspadai jangan salah memendekkan.
Bab 13 – Qalqalah (Pantulan Suara)
Huruf qalqalah = ق ط ب ج د. Saat mati/waqf, bunyi pantulan muncul (sughra = kecil; kubra = besar pada waqf).
Bab 14 – Idgham (Melebur Bunyi)
Idgham: memasukkan bunyi ke huruf setelahnya. Dibagi idgham bighunnah (ي ن م و) dan bilaghunnah (ل ر).
Bab 15 – Ikhfa (Menyamarkan Bunyi)
Ikhfa: nun sukun/tanwin bertemu salah satu 15 huruf → bacaan samar disertai ghunnah ~2 harakat (huruf: ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك).
Bab 16 – Iqlab (Perubahan menjadi Mim)
Iqlab: nun sukun/tanwin bertemu ب → nun berubah jadi mim + ghunnah. Perhatikan gerakan bibir (sedikit menutup).
Bab 17 – Waqaf & Ibtida' (Berhenti & Memulai)
Tanda waqf di mushaf (م ، لا ، ج ، ص ، قلى, dll) membantu pembaca memutuskan berhenti atau lanjut. Berhenti sembarangan bisa mengubah makna — pelajari tanda & arti ayat.
Bab 18 – Latihan: Surat Pendek (Contoh & Catatan)
Surat Al-Ikhlash
Catatan tajwid: Perhatikan qalqalah pada huruf akhir jika berhenti; jangan memanjangkan harakat yang tidak bermad.
Surat Al-Falaq (potongan)
Catatan: perhatikan hamzah dan mad di awal kata.
Bab 19 – Kesalahan Umum & Cara Memperbaiki
Kesalahan umum pemula: salah makhraj (mis. ص vs س), salah mad (memanjangkan/memendekkan tidak perlu), terlalu cepat, waqf sembarangan. Perbaikan: latihan posisi mulut/lidah, rekaman & dengarkan, koreksi guru, muroja'ah teratur.
Bab 20 – Muroja'ah, Evaluasi & Motivasi Istiqamah
Muroja'ah: ulang-ulang bacaan yang telah diajarkan. Tetapkan target: contoh 10 menit/hari atau 1 halaman 3x/minggu. Evaluasi berkala (mingguan/bulanan) dengan pembimbing: catat perbaikan & target baru.
Motivasi: niatkan ibadah & pahala — pembelajaran tajwid bukan untuk pamer, melainkan untuk menjaga kalam Allah dan mengamalkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar