Jumat, 19 September 2025

Belutin Dakwah - Al-Awlawiyat wa al-Mashlahah

Belutin Dakwah

Al-Awlawiyat wa al-Mashlahah (Prioritas dan Kemashlahatan)

الحمد لله, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah menurunkan syariat-Nya penuh dengan hikmah, kemudahan, dan maslahat bagi umat manusia. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Pendahuluan

Jama’ah rahimakumullah, tema kita pada kesempatan ini adalah al-Awlawiyat wa al-Mashlahah, yaitu tentang bagaimana Islam mengajarkan kita untuk menyusun prioritas dalam kehidupan agar mencapai kemashlahatan dunia dan akhirat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada berbagai pilihan. Jika tidak mengerti prinsip prioritas, kita bisa terjebak pada hal-hal kecil yang melalaikan dari perkara yang lebih besar.

Dalil Al-Qur’an

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al-Hajj: 78)

Ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam dibangun di atas kemudahan dan kemaslahatan.

Allah juga berfirman:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Dan juga firman-Nya tentang menjaga maslahat kehidupan:

وَلَا تَقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa: 29)

Hadits Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ

“Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit dirinya dalam agama melainkan ia akan dikalahkan (oleh kesulitannya sendiri).” (HR. Bukhari no. 39)

Dalam hadits lain Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Apabila aku perintahkan suatu perkara kepada kalian, maka kerjakanlah sesuai kemampuan kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan Ulama

Imam Al-Ghazali dalam Al-Mustashfa menegaskan bahwa tujuan syariat adalah menjaga maqashid al-shari’ah, yaitu: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Semua hukum Islam kembali pada menjaga lima maslahat besar ini.

Syaikh Yusuf Al-Qaradawi dalam bukunya Fiqh al-Awlawiyat menyebutkan bahwa seorang muslim harus pandai mendahulukan yang lebih penting daripada yang penting, mendahulukan kewajiban fardhu ‘ain atas fardhu kifayah, dan mendahulukan maslahat umum atas maslahat pribadi.

Penerapan dalam Kehidupan

  • Mendahulukan kewajiban shalat daripada urusan dunia.
  • Mendahulukan menjaga persatuan umat daripada perpecahan karena masalah cabang.
  • Mendahulukan dakwah dan pendidikan daripada hanya berdebat tanpa manfaat.
  • Mendahulukan kemaslahatan umat daripada kepentingan pribadi atau kelompok.

Penutup

Jama’ah yang dimuliakan Allah, marilah kita senantiasa memahami prinsip al-Awlawiyat wa al-Mashlahah, agar setiap langkah kita dalam ibadah, muamalah, maupun aktivitas sosial selalu berada di jalur yang benar sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah, serta memberikan maslahat terbesar bagi umat.

والله أعلم بالصواب.

Tidak ada komentar:

AR-RAYYAN-MEDIA

UPA bukan sekadar pertemuan mingguan.

UPA - Unit Pembinaan Anggota UPA • Unit Pembinaan Anggota Bukan Sekadar Dudu...