Rabu, 05 Oktober 2022

Nasehat untuk yang Masih Suka Berdebat

 Nasehat untuk yang Masih Suka Berdebat 

Dari Aisyah radhiyallahu anha, Nabi shalallahu slaihi wasallam bersabda, 

اْبغض الرجال اِلى الله الاْلدّ الخصمُ.

"Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang paling keras debatnya.” (HR.Bukhori, no : 4523, Muslim, no : 2668)

لاتجادل  اِلا رجال اِن كلمته  رجوتَ اٌن  يرجع،فاٌما من  كلمته فجادلك فاِياك  اًن تكلمه.

Jangan berdiskusi kecuali dengan seseorang yang jika engkau berbicara dengannya engkau berharap dia akan kembali kepada kebenaran, adapun orang yang jika engkau berbicara dengannya dia mendebatmu,maka jangan selali kali berbicara dengannya.” [Kitab al-Hujjah Jilid 2,him 521]

Jadi, ketika kita temui orang-orang yang "ngeyel", lebih baik mengalah saja. Maksud “mengalah” adalah tidak perlu meladeni debat atau meninggalkan debat kusir. 

Kenapa mengalah dari debat kusir❓❓

Karena “kita tidak akan bisa menang debat melawan orang yang bodoh dan tidak beradab“

Mengalah dalam debat, sebagaimana sebuah ungkapan, 

وما جادلني جاهلٌ إلا وغلبني

“Tidaklah aku mendebat orang bodoh, pasti aku akan kalah”

Berdebat [termasuk debat di pesbuk & medsos lainnya] hanya akan menimbulkan banyak kerugian :

◾Pertama, membuang-buang waktu yang berharga. Ya, waktu kita akan habis untuk berdebat kusir yang terkadang tidak ada ujungnya.

◾Kedua, mengeraskan hati karena sering sakit hati dan berniat membalas. Padahal tujuan dakwah adalah menasihati dan yang namanya nasihat itu menghendaki kebaikan pada saudaranya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ

“Agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat”. [HR. Muslim 55/95] 

◾Ketiga, berdebat bisa jadi justru akan menimbulkan permusuhan, padahal kita diperintahkan agar menjadi saudara se-iman.

Nabi Sulaiman ‘alaihis sallam berkata kepada anaknya,

يَا بُنَيَّ، إِيَّاكَ وَالْمِرَاءَ، فَإِنَّ نَفْعَهُ قَلِيلٌ، وَهُوَ يُهِيجُ الْعَدَاوَةَ بَيْنَ الْإِخْوَانِ

“Wahai anakku, tinggalkanlah mira’ (jidal, mendebat karena ragu-ragu dan menentang) itu, karena manfaatnya sedikit. Dan ia membangkitkan permusuhan di antara orang-orang yang bersaudara.” [Syu’abul Iman: 8076 Al-Baihaqi] 

◾Keempat, mengalah, yaitu meninggalkan debat (walaupun nanti akan dikira kalah) bukanlah berarti kita kalah, mereka [pendebat] saja yang merasa menang, padahal mereka pun tak tahu apa yang telah mereka menangkan. 

Justru sebaliknya, mengalah dalam debat akan mendapat pahala bahkan dijanjikan surga. Bukankah mendapat pahala justru berarti kemenangan❓❓

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُبْطِلٌ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُحِقٌّ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan sementara ia berada di atas kebatilan, maka Allah akan bangunkan sebuah rumah baginya di pinggiran surga. Dan barangsiapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia berada di atas kebenaran, maka Allah akan membangun sebuah rumah baginya di atas surga.” [Shahih at-Targib wat Tarhib, jilid 1, no. 138] 

◾Kelima, walaupun sebenarnya  kita bisa menang dalam berdebat, akan tetapi bisa jadi dia menolak kebenaran karena gengsi kalah, padahal dia mengakui kebenaran telah datang.
Terkadang dakwah ditolak bukan karena materinya yang salah atau orang yang menyampaikan, tetapi cara dakwah yang tidak dapat diterima. Salah satunya adalah dakwah dengan debat kusir yang tidak bermanfaat.

Sekali lagi dakwah itu untuk kebaikan dan berniat kebaikan, perhatikan betapa tawadhu-nya Imam Syafi’i, beliau berkata

مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا إِلا عَلَى النَّصِيحَةِ

“Tidaklah aku mendebat seseorang melainkan dalam rangka memberi nasihat.”[Adabu Asy-Syafi’i wa Manaqibuhu hal. 69] 

Beliau juga berkata,

وَاللَّهِ ، مَا نَاظَرْتُ أَحَدًا ، فَأَحْبَبْتُ أَنْ يُخْطِئَ

“Demi Allah, tidaklah aku mendebat seseorang melainkan berharap akulah yang keliru.” [Tabyinu Kadzbil Muftari hal. 340] 

Semoga kita tidak terpancing ikut berdebat dan dihindarkan dari berdebat. Barakallahu fiikum. 


Tidak ada komentar:

AR-RAYYAN-MEDIA

UPA bukan sekadar pertemuan mingguan.

UPA - Unit Pembinaan Anggota UPA • Unit Pembinaan Anggota Bukan Sekadar Dudu...