بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
TERJALINYA SILAHTURAHMI OLEH ANAK
Sebab terjalinya silahturahmi oleh anak yaitu dengan cara mengenalkan kerabat-kerabat terdekat pada Anak dan biasakan anak agar berbuat baik pada Kerabat.
hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda
. تَعَلَّمُوْا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُوْنَ بِهِ اَرْحَامَكُمْ، فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِيْ الأْهْلِ، مُشَرَّاةٌ فِيْ الْمَالِ، مُنْسَأَةٌ فِيْ الْعُمْرِ
“Belajarlah tentang nasab-nasab kalian sehingga kalian bisa menyambung silaturrahim. Karena sesungguhnya silaturrahim adalah (sebab adanya) kecintaan terhadap keluarga (kerabat dekat), (sebab) banyak – nya harta dan bertambahnya usia”
Dalil lain adalah riwayat Imam Al-Bukhari dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu ia berkata.
مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، أُنْسِئَ لَهُ فِيْ عُمْرِهِ، وَثُرِّيَ مَالُهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ “
Barangsiapa bertaqwa kepada Tuhannya dan menyambung silaturrahim, niscaya dipanjangkan umurnya, dibanyakkan rizkinya dan dicintai oleh keluarganya”
KENALKAN PADA ANAK MAKANAN YANG TERLARANG UNTUK DIMAKAN
BACA JUGA bawa anak kecil ke masjid
Anak sejak dini kita ajarkan prinsip agama, pendidikan Nabi kepada cucunya Al Hasan diantaranya adalah haramnya memakan harta shadaqah bagi keluarga Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam:
أخذ الحسن بن علي رضي الله عنهما تمرة من تمر الصدقة فجعلها في فيه فقال النبي صلى الله عليه وسلم: كخ كخ ليطرحها ثم قال أما شعرت أنا لا نأكل الصدقة. متفق عليه
“Al Hasan bin Ali rodhiallahu ‘anhuma mengambil sebiji kurma dari kurma shadaqah (zakat), kemudian ia memasukkannya ke dalam mulut (hendak memakannya) maka Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: ‘Kakh, kakh,’ agar ia mencampakkannya, kemudian beliau bersabda kepadanya, ‘Tidakkah engkau sadar bahwa kita tidak (halal) memakan shadaqah?’” (Muttafaqun ‘alaih)
Hadits ini menjadi dasar kuat bagi prinsip pendidikan anak, yaitu semenjak dini kita ajarkan anak-anak kita untuk tidak memakan harta haram, dan menjauhi segala makanan yang tidak boleh dimakan. Dan juga menjauhi segala perbuatan yang tidak dibenarkan dalam agama.
JANGAN TERJATUH KE DALAM LUBANG YANG SAMA
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,,,,
لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ
“Tidaklah seorang mukmin tersengat bisa dari lubang (binatang berbisa) yang sama sebanyak dua kali.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
BEBERAPA PELAJARAN...
1. Pentingnya mengambil pelajaran dari pengalaman agar lebih dewasa dan bijaksana.
Sahabat yang Mulia Mu’awiyah radhiyallahu’anhu berkata,,,,
لاَ حَكِيمَ إِلاَّ ذُو تَجْرِبَةٍ
“Tidak ada orang yang bijaksana kecuali telah memiliki pengalaman.” [Diriwayatkan Al-Bukhari]
2. Hadits yang mulia ini adalah pengabaran namun maknanya perintah,,,, yaitu perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam kepada setiap mukmin untuk berhati-hati dalam kehidupan ini,,,, janganlah lalai dan hendaklah mengambil pelajaran dari kejadian yang telah berlalu. Dan perintah hukum asalnya adalah wajib kecuali ada dalil yang memalingkannya dari hukum wajib menjadi sunnah atau mubah.
3. Peringatan ini mencakup perkara dunia dan agama,,,, tetapi yang lebih penting untuk diperhatikan tentunya perkara agama,,,, maka seorang mukmin janganlah melakukan pelanggaran terhadap agama,,,, namun apabila ia terjerumus dalam dosa hendaklah ia segera bertaubat dan setelah itu lebih berhati-hati,,,, jangan sampai terjerumus lagi.
4. Makna lain hadits yang mulia ini adalah,,,, barangsiapa terjerumus dalam dosa di dunia,,,, lalu ia diberi hukuman di dunia,,,, maka ia tidak akan dihukum lagi di akhirat,,,, dan hukuman di dunia jauh lebih ringan dibanding di akhirat. Ini pendapat Abu Daud Ath-Thayalisi rahimahullah,,,, dan kebanyakan ulama berpendapat yang pertama,,,, yaitu peringatan dari sifat lalai,,,, jangan melakukan dosa yang sama dua kali.
5. Keutamaan orang yang beriman,,,, yang mampu mengambil manfaat dan pelajaran dari setiap nasihat dan pengalaman.
[Disarikan dari Fathul Baari, 10/529-530]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
![]() |
| Mengenalkan anak pada saudara |
Silahkan di share,,, semoga bermanfaat.
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar